Rabu, 25 November 2009

Temen

http://www.guntingbatukertas.com

Install DNS Server di Windows XP

DNS Merupakan suatu servis yang melayani permintahan untuk menerjemahkan/konversi Nama Domain menjadi IP adress, dengan adanya DNS ini kita tidak perlu repot – repot untuk menghapalkan IP. DNS diperlukan apabila kita terkoneksi ke internet dan untuk membuat DNS Server biasanya kita harus mengunakan sistem operasi yang berbasis server seperti WINDOWS 2000 atau 2003 Server untuk yang berbasis windows. Sedangkan kalau linux hampir seluruhnya bisa djadikan DNS Server.

Kecepatan pengaksesan untuk mengetahui IP dari suatu domain biasanya tergantung dari lokasi DNS server yang kita set pada bagian network interface di komputer kita, jika seandainya lokasi DNS tersebut diluar network kita maka kemungkinan akan menjadi relatif lama dan sebaliknya jika DNS server berada pada satu network mungkin proses untuk menerjemahkan Domain ke IP akan menjadi lebih cepat karena DSN server yang menanganinya berada pada satu network.

Contoh kecil mungkin anda pernah menggunakan speedy atau ISP yang lain, mungkin pernah mengalami koneksi gagal karena tidak bisa menemukan IP dari suatu Domain (cirinya pada status bar tertulis status Looking Up….. ) itu karena kegagalan DNS Server untuk menjawab permohonan konversi IP dari client nya, hal ini penyebabnya bisa banyakhal seperti Server sibuk, jaringan padat atau mungkin server tidak stabil.

Permasalahannya adalah bagai mana kalo kita ingin membuat server DNS sendiri tetapi kita tidak punya Sistem operasi untuk Server. DNS Server pada dasarnya bisa juga di install di Sistem operasi windows XP. Pada kesempatan ini saya akan membahas bagaimana membuat DNS Server di Windows XP, Berikut langkah – langkahnya.

1. Download software DNS(yang saya gunakan adalah BIND 9.5) di http://mirrors.24-7-solutions.net/pub/isc/bind.99/9.5.0/BIND9.5.0.zip Atau anda bida mencarinya di http://www.bind9.net/download Exstrak hasil download-nya

2. panggil BINDInstall di lokasi tempat anda mengextrak tadi, Tampilannya akan terlihat seperti dibawah ini
Tampilan Bind Instalal

Gambar 1. Tampilan Bind Instalal

Pada target Direktory usahakan jangan simpan pada Polder Default (C:\Windows\System32) karena terkait dengan security local windows kecuali anda sudah paham, pada contoh ini saya menngunakan lokasi c:\named, pada Option Pastikan CEKList Automatic Start up dan Keep Config File after Uninstall. Tunggu sampai muncul “BIND Installation completed successfully” dan tekan OK.

3. Langkah Selanjutnya adalah mengkonfigurasi Bind yaitu membuat file named.conf dan dan zona localhost.

i) Buat File named.conf, berikut isi dari named.conf

options {
directory “C:\named\etc”;
allow-transfer { none; };
recursion yes;
allow-recursion {192.168.0.0/24;};
};

zone “.” IN {
type hint;
file “db.root.hint.txt”;
};

zone “localhost” IN {
type master;
file “master.localhost”;
allow-update { none; };
};

zone “0.0.127.in-addr.arpa” IN {
type master;
file “localhost.rev”;
allow-update { none; };
};

ii) Buat file master.localhost, berikut isi dari file master.localhost

;
; loopback/localhost zone file
;
$TTL 1D
$ORIGIN localhost.
@ IN SOA @ root (
1 ; Serial
8H ; Refresh
15M ; Retry
1W ; Expire
1D) ; Minimum TTL
IN NS @
IN A 127.0.0.1

iii) Buat File localhost.rev, berikut isi dari file localhost.rev

;
; reverse pointers for localhost
;
$TTL 1D
$ORIGIN 0.0.127.in-addr.arpa.
@ IN SOA localhost. root.localhost. (
1 ; serial
8H ; refresh
15M ; retry
1W ; expire
1D ) ; minimum
IN NS localhost.
1 IN PTR localhost.

iv) Buka Command prompt (CMD), Click START -> RUN Ketik CMD dan Tekan Tombol OK

masukan perintah berikut :

c:\named\bin\dig NS . @m.root-servers.net > C:\named\etc\db.root.hint.txt tekan enter

coba anda periksa file C:\named\etc\db.root.hint.txt hasilnya kira kira akan seperti ini :

; <<>> DiG 9.5.0 <<>> NS . @m.root-servers.net
;; global options: printcmd
;; Got answer:
;; ->>HEADER<<- opcode: QUERY, status: NOERROR, id: 1475
;; flags: qr aa rd; QUERY: 1, ANSWER: 13, AUTHORITY: 0, ADDITIONAL: 15
;; WARNING: recursion requested but not available

;; QUESTION SECTION:
;. IN NS

;; ANSWER SECTION:
. 518400 IN NS L.ROOT-SERVERS.NET.
. 518400 IN NS G.ROOT-SERVERS.NET.
. 518400 IN NS E.ROOT-SERVERS.NET.
. 518400 IN NS M.ROOT-SERVERS.NET.
. 518400 IN NS B.ROOT-SERVERS.NET.
. 518400 IN NS K.ROOT-SERVERS.NET.
. 518400 IN NS J.ROOT-SERVERS.NET.
. 518400 IN NS D.ROOT-SERVERS.NET.
. 518400 IN NS H.ROOT-SERVERS.NET.
. 518400 IN NS I.ROOT-SERVERS.NET.
. 518400 IN NS C.ROOT-SERVERS.NET.
. 518400 IN NS A.ROOT-SERVERS.NET.
. 518400 IN NS F.ROOT-SERVERS.NET.

;; ADDITIONAL SECTION:
A.ROOT-SERVERS.NET. 3600000 IN A 198.41.0.4
B.ROOT-SERVERS.NET. 3600000 IN A 192.228.79.201
C.ROOT-SERVERS.NET. 3600000 IN A 192.33.4.12
D.ROOT-SERVERS.NET. 3600000 IN A 128.8.10.90
E.ROOT-SERVERS.NET. 3600000 IN A 192.203.230.10
F.ROOT-SERVERS.NET. 3600000 IN A 192.5.5.241
G.ROOT-SERVERS.NET. 3600000 IN A 192.112.36.4
H.ROOT-SERVERS.NET. 3600000 IN A 128.63.2.53
I.ROOT-SERVERS.NET. 3600000 IN A 192.36.148.17
J.ROOT-SERVERS.NET. 3600000 IN A 192.58.128.30
K.ROOT-SERVERS.NET. 3600000 IN A 193.0.14.129
L.ROOT-SERVERS.NET. 3600000 IN A 199.7.83.42
M.ROOT-SERVERS.NET. 3600000 IN A 202.12.27.33
A.ROOT-SERVERS.NET. 3600000 IN AAAA 2001:503:ba3e::2:30
F.ROOT-SERVERS.NET. 3600000 IN AAAA 2001:500:2f::f

;; Query time: 296 msec
;; SERVER: 202.12.27.33#53(202.12.27.33)
;; WHEN: Tue Sep 30 13:48:04 2008
;; MSG SIZE rcvd: 492

Jika tidak copykan saja semua configurasi di atas ke file C:\named\etc\db.root.hint.txt

4. Setting RNDC-KEY

untuk membuatnya lakukan langkah berikut :

i) Buka command prompt, masuk ke direktory c:\named\bin dan ketik perintah berikut :

rndc-confgen -a tekan [enter]
rndc-confgen > c:\named\etc\rndc.conf tekan [enter]

ii) tutup command prompt dan buka file c:\named\etc\rndc.conf dan file c:\named\etc\named.conf di notepad

pada file rndc.conf COPY-kan atau CUT dimulai dari baris yang tulisannya

# Use with the following in named.conf, adjusting the allow list as needed:

sampai akhir baris

iii) Paste-kan di file named.conf pada akhir baris dan hapus karekter # pada setiap baris perintah kecuali pada baris keterangan

sehingga hasilnya pada file named.conf kira kira akan seperti ini :

options {
directory “C:\named\etc”;
allow-transfer { none; };
recursion yes;
allow-recursion {192.168.0.0/24;};
};

zone “.” IN {

type hint;
file “db.root.hint.txt”;

};

zone “localhost” IN {
type master;
file “master.localhost”;
allow-update { none; };
};

zone “0.0.127.in-addr.arpa” IN {
type master;
file “localhost.rev”;
allow-update { none; };
};

key “rndc-key” {
algorithm hmac-md5;
secret “3Jn+TPvYo0BxcQwYvJwb+w==”;
};

controls {
inet 127.0.0.1 port 953
allow { 127.0.0.1; } keys { “rndc-key”; };
};

5. Menjalankan DNS Server

i) Start -> Progam Files -> Administrative Tools -> Services

ii) Cari “ISC Bind” service, Click Kanan dan pilih start.

iii) Jika Terjadi Kesalahan Coba lihat permasalahan apa, di Administrative Tools -> Event Viewer.

6. Setting DNS Client

Untuk menset di sisi client dilakukan pada bagian network interface seperti gambar dibawah :
Netowork Interface

Gambar 2. Netowork Interface

Pada Bagian Preferred DNS Server masukan IP Komputer dimana anda menginstall DNS Server tadi (BIND)

dan untuk menguji coba panggil Command Prompt Masuk ke C:\named\bin dan panggil perintah dig misal :

dig google.com

jika hasilnya seperti dibawah ini maka DNS Server telah sukses dijalankan.

C:\named\bin>dig google.com
; <<>> DiG 9.5.0 <<>> google.com
;; global options: printcmd
;; Got answer:
;; ->>HEADER<<- opcode: QUERY, status: NOERROR, id: 834
;; flags: qr rd ra; QUERY: 1, ANSWER: 3, AUTHORITY: 4, ADDITIONAL: 0

;; QUESTION SECTION:
;google.com. IN A

;; ANSWER SECTION:
google.com. 300 IN A 209.85.171.99
google.com. 300 IN A 64.233.187.99
google.com. 300 IN A 72.14.207.99

;; AUTHORITY SECTION:
google.com. 345600 IN NS ns2.google.com.
google.com. 345600 IN NS ns4.google.com.
google.com. 345600 IN NS ns1.google.com.
google.com. 345600 IN NS ns3.google.com.

;; Query time: 156 msec
;; SERVER: 192.168.0.2#53(192.168.0.2)
;; WHEN: Tue Sep 30 17:35:59 2008
;; MSG SIZE rcvd: 148

Membuat Router dengan NAT pada Windows XP

Di dalam Windows, ada sebuah tool yang digunakan untuk memanajemen network seperti mensetting IP address, menyiapkan routing, dsb. Tool ini namanya netsh (singkatan dari network shell). Untuk menggunakan netsh ini dalam membuat router, kita akan membutuhkan 2 NIC (Network Interface Card). NIC yang pertama adalah untuk terhubung ke network publik (misal: Internet) dan yang lainnya adalah untuk terhubung ke LAN (Local Area Network). Untuk NIC LAN, bisa dihubungkan ke switch atau ke satu komputer (diperlukan kabel crossover).

Cara berikut adalah untuk membuat Windows XP bekerja sebagai NAT, tetapi tanpa batasan dari ICS (Internet Connection Sharing).

Kebutuhan :

1. Dua buah kartu jaringan (NIC) :
1. NIC1: terhubung ke jaringan internal (LAN). (Network apa saja, tidak terbatas pada 192.168.1.0).
2. NIC2: terhubung ke jaringan Internet (atau jaringan lain yang ingin dihubungkan).
2. Mempunyai hak akses administrasi untuk menghentikan/memulai services.

Langkah-langkah membuat Router dengan NAT pada Windows XP :

1. Nonaktifkan ICS pada kedua NIC.
1. Klik kanan pada NIC > Properties > Advanced. Pastikan Allow other network users to connect through this computer’s Internet connection tidak dicont(r)eng.
2. Menonaktifkan Firewall/ICS Service (boleh lebih dulu dari langkah 1).
1. Buka Control Panel > Administrative Tools > Services > Windows Firewall/Internet Connection Sharing (ICS) > klik 2x dan ubah Startup type menjadi “Disabled” dan klik OK.
3. Mengaktifkan layanan Routing and Remote Access.
1. Jika menggunakan Category View :Buka Control Panel > Performance and Maintenance > Administrative Tools > Services > Routing and Remote Access > klik 2x dan ubah Startup type menjadi “Automatic” dan klik OK.
2. Jika tidak : Control Panel > Administrative Tools > Services > Routing and Remote Access > klik 2x dan ubah Startup type menjadi “Automatic” dan klik OK.
4. Mengaktifkan “IPEnableRouter” pada registry.
1. Buka Start > Run… dan ketik “regedit”, tanpa tanda petik “ ”, Klik OK.
2. Pada window Registry Editor: buka HKEY_LOCAL_MACHINE > SYSTEM > CurrentControlSet > Services > Tcpip > Parameters. Cari “IPEnableRouter”. Klik 2x dan ubah value dari 0 menjadi 1.
3. Restart komputer.
5. Melakukan konfigurasi NIC:
1. Cukup satu saja yang memiliki gateway (Misal: NIC2). Hapus gateway pada NIC yang satunya. (NIC1)
2. (Opsional) Lakukan perubahan nama pada NIC1(Namanya mungkin “Local Area Connection”) menjadi “LAN” dan NIC2(Namanya mungkin “Local Area Connection 2”) menjadi “Internet”. Tujuannya disini untuk memudahkan mengenali tiap NIC.
6. Mengaktifkan dan mengkonfigurasi NAT.
1. Klik tombol Start > Run…
2. Ketik cmd pada Open dan klik OK
3. Ketik netsh routing ip nat uninstall (untuk menjamin services tidak aktif)
4. Instalasi NAT : Ketik netsh routing ip nat install
5. Menambahkan interface publik : Ketik netsh routing ip nat add interface name=”Internet” mode=FULL
6. Menambahkan interface private : Ketik netsh routing ip nat add interface name=”LAN” mode=PRIVATE

Konfigurasi pada PC Client :

PC Client harus dikonfigurasi menggunakan subnet yang sama dengan router. Ubah default gateway dan DNS server menjadi IP address pada router.

Contoh :

Router :

* NIC1 “LAN” :
o IP Address : 28.5.19.81
o Subnet mask : 255.255.255.0
o Default gateway : dikosongkan
o DNS Server : dikosongkan
* NIC2 “Internet” :
o IP Address : 192.168.1.10
o Subnet mask : 255.255.255.0
o Default gateway : 192.168.1.1
o DNS Server : 192.168.1.1

PC Client :

* Client 01 :
o IP Address : 28.5.19.1
o Subnet mask : 255.255.255.0
o Default gateway : 28.5.19.81
o DNS Server : 28.5.19.81
* Client 02 :
o IP Address : 28.5.19.2
o Subnet mask : 255.255.255.0
o Default gateway : 28.5.19.81
o DNS Server : 28.5.19.81
* dst.

Dan sekarang LAN anda bisa terhubung ke internet menggunakan NAT. Selamat mencoba!

Selasa, 24 November 2009

Install DNS Server di Lokal PC - Windows XP

DNS adalah servis yang melayani permintaan untuk konversi nama domain jadi ip address, dengan adanya DNS ini kita gak repot ngapalin ip address yg berupa angka-angka untuk mengakses suatu situs. sehingga kita cukup memasukan alamat berupa kata-kata yg mudah diingat di browser. DNS diperlukan jika kita terkoneksi ke internet. Untuk membuat DNS Server biasanya kita harus mengunakan OS server seperti windows 2003 Server untuk yang berbasis windows, dan kebanyakan dari distro linux.

Intinya DNS server bertanggung jawab atas kecepatan pengaksesan suatu domain untuk mengetahui IP dari domain tsb. Jika DNS server berada diluar jaringan maka untuk mengaksesnya akan lebih lambat daripada berada pada jaringan lokal atau sistem kita sendiri.

Misal yg pake speedy atau ISP yang lain, mungkin pernah koneksinya gagal karena gak bisa menemukan IP dari suatu Domain, atau browsing sangat lambat itu karena kegagalan DNS Server untuk menjawab permohonan konversi IP dari client. Penyebabnya adalah Server sibuk, jaringan padat atau mungkin server tidak stabil.

Disini akan dibahas cara untuk membuat DNS sendiri di Windows XP, sebagai DNS alternatif (bahkan preffered DNS) bila sewaktu-waktu DNS server ISP kita sedang sibuk, sehingga tidak mempengaruhi kecepatan browsing. Dan kita juga tidak perlu mengandalkan Open DNS yg biasanya lebih lambat.

Kombinasi antara BIND (DNS Server) dan Squid (proxy server) pada local system adalah ide yg sangat bagus.. ditambahkan traffic shapping bila perlu

1. Download BIND v9.5.0
2. Extract
3. Buka BINDInstall.exe, lihat screen dibawah :



4. Kamu bisa merubah-ubah target directory sesuai yg diinginkan, tapi sebaiknya jika belum terlalu paham konfigurasinyabisa diinstal di default foldernya.

5. Masuk ke C:\WINDOWS\system32\dns\etc\ (Asumsi windows ada di C:)

6. Buat file named.conf, edit dengan notepad :

acl "trusted" {
localhost;
192.168.0.0/16;
};
acl "bogusips" {
0.0.0.0/8;
1.0.0.0/8;
2.0.0.0/8;
192.0.2.0/24;
224.0.0.0/3;
169.254.0.0/16;
};
options {
allow-transfer { none; };
allow-query { trusted; };
allow-recursion { trusted; };
blackhole { bogusips; };
directory "c:\windows\system32\dns\etc";
listen-on { 127.0.0.1; }; #listen only on localhost
forwarders { 202.x.x.x; 202.x.x.x; }; #masukin dns provider masing2
forward first;
recursion yes;
};
logging {
channel queries_log {
file "c:\windows\system32\dns\etc\queries.log";
print-severity yes;
print-time yes;
};
category queries { queries_log ; };
};
zone "." {
type hint;
file "named.root";
};
zone "localhost." IN {
type master;
file "localhost.zone";
allow-update { none; };
};
zone "0.0.127.in-addr.arpa." IN {
type master;
file "localhost.rev";
allow-update { none; };
};
include "c:\windows\system32\dns\etc\rndc.key";

7. Buka console, pindah ke direktori c:\windows\system32\dns\bin
setelah itu ketik perintah dig.exe @a.root-servers.net . ns > named.root

perintah di atas akan menghasilkan file named.root yg berisi record2 root zone

ketik ..\bin\rndc-confgen.exe -a

perintah di atas akan menghasilkan file rndc.key


8. buat file dengan nama localhost.zone di \system32\dns\etc\ isikan :

$TTL 86400
@ IN SOA @ root (
42 ; serial
3H ; refresh
15M ; retry
1W ; expiry
1D ) ; minimum
IN NS @
IN A 127.0.0.1

9. buat juga file dengan nama localhost.rev di \system32\dns\etc\ isikan :

$TTL 86400
@ IN SOA localhost. root.localhost. (
1997022700 ; Serial
28800 ; Refresh
14400 ; Retry
3600000 ; Expire
86400 ) ; Minimum
IN NS localhost.
1 IN PTR localhost.

10. Untuk ngecek konfignya udah bener ato belum, buka console, pindah ke direktori c:\windows\system32\dns\bin, lalu ketik :

named-checkconf.exe

kalo gak keluar apa-apa berarti kitanggap konfigurasi BIND udah bener.

11. Jalanin service bind-nya :

start-> run->ketik services.msc->enter, cari service yg bernama ISC BIND, select, klik kanan, start.

12. Setting DNS di TCP/IP jadi 127.0.0.1 atau 192.168.1.2

13. Kalo udah bisa kita cek dengan console, (masih di directory c:\windows\system32\dns\bin), ketik :

Microsoft Windows XP [Version 5.1.2600]
(C) Copyright 1985-2001 Microsoft Corp.

F:\WINDOWS\system32\dns\bin>dig.exe @127.0.0.1 www.indowebster.web.id ns

; <<>> DiG 9.5.0 <<>> @127.0.0.1 www.indowebster.web.id ns
; (1 server found)
;; global options: printcmd
;; Got answer:
;; ->>HEADER<<- opcode: QUERY, status: NOERROR, id: 1949
;; flags: qr rd ra; QUERY: 1, ANSWER: 0, AUTHORITY: 1, ADDITIONAL: 0

;; QUESTION SECTION:
;www.indowebster.web.id. IN NS

;; AUTHORITY SECTION:
indowebster.web.id. 360 IN SOA ns1.afraid.org. dnsadmin.afraid.
org. 902210001 86400 7200 3600000 3600

;; Query time: 1093 msec
;; SERVER: 127.0.0.1#53(127.0.0.1)
;; WHEN: Mon Mar 09 02:14:25 2009
;; MSG SIZE rcvd: 99

kita ulangi lagi command tadi :


F:\WINDOWS\system32\dns\bin>dig.exe @127.0.0.1 www.indowebster.web.id ns

; <<>> DiG 9.5.0 <<>> @127.0.0.1 www.indowebster.web.id ns
; (1 server found)
;; global options: printcmd
;; Got answer:
;; ->>HEADER<<- opcode: QUERY, status: NOERROR, id: 309
;; flags: qr rd ra; QUERY: 1, ANSWER: 0, AUTHORITY: 1, ADDITIONAL: 0

;; QUESTION SECTION:
;www.indowebster.web.id. IN NS

;; AUTHORITY SECTION:
indowebster.web.id. 330 IN SOA ns1.afraid.org. dnsadmin.afraid.
org. 902210001 86400 7200 3600000 3600

;; Query time: 5 msec
;; SERVER: 127.0.0.1#53(127.0.0.1)
;; WHEN: Mon Mar 09 02:14:55 2009
;; MSG SIZE rcvd: 99


F:\WINDOWS\system32\dns\bin>

kali ini hasil querynya 5 msec, jauh lebih cepat dari yg pertama artinya resolver kita sudah berhasil meng-cache hasil query dns.

Untuk yg pake squid, tinggal ganti dns-nya di tag berikut :

TAG dns_nameservers

dns_nameservers 127.0.0.1 # edit jadi kek gini.

Cara Membuat Komputer jadi Web Server Lokal

Sebelum kita membuat internet yang online , ada baiknya kita coba buat web server lokal di komputer kita sendiri. Disini kita bebas kutak - katik tanpa ada biaya online , sewa hosting dan beli domain.

Caranya yaitu kita install applikasi web server di komputer kita sendiri. Ada banyak applikasi yang bisa dijadikan sebagai Server Website di komputer kita. Baik itu web server di Windows XP ataupun OS lain seperti linux ( Ubuntu , Suse , dll).

Software aplikasi web server yang pernah saya dengar dan paling top adalah :


* Internet Information Service (IIS). IIS ini biasanya sebagai bawaan dari windows. Pada umumnya digunakan pada windows 2000 server dan windows 2003. IIS ini menggunakan bahasa ASP dan banyak dipadukan dengan database MSSQL. Bagi anda yang jago vb script , maka ASP ini sangat cocok buat anda.

* Apache. Ini biasanya untuk website dengan bahasa PHP dan dipadukan dengan database MySQL. Software yang satu ini gratis.


Karena pertimbangan uang dll maka banyak orang memakai Apache , PHP & MySQL untuk membuat server website lokal. Dan juga di hostingan , rata-rata sudah menyediakan fasilitas PHP & MySQL tersebut. Karena itu kita fokuskan topik kita ke web server ini saja.

Kita bisa download Apache , PHP dan MySql dari websitenya dan install satu -satu di komputer kita untuk membuat server website lokal. Tapi ini lebih ribet. Ada beberapa pengembang yang sudah menyediakan satu installer untuk paket tersebut ( Apache , PHP dan MySql ) , seperti :


* XAMPP

* WAMPP

* DONGKRAK


Yang saya pakai di komputer saya adalah XAMPP (basic package) version 1.6.7 untuk Windows. XAMPP ini cukup bagus dan fitur juga cukup lengkap. Berikut fitur - fitur dari XAMPP :


1. Apache 2.2.9

2. MySQL 5.0.51b

3. PHP 5.2.6 + PHP 4.4.9 + PEAR

4. PHP-Switch win32 1.0 (please use the "php-switch.bat")

5. XAMPP Control Version 2.5 from www.nat32.com

6. XAMPP Security 1.0

7. SQLite 2.8.15

8. OpenSSL 0.9.8h

9. phpMyAdmin 2.11.7

10. ADOdb 4.98

11. Mercury Mail Transport System v4.52

12. FileZilla FTP Server 0.9.25

13. Webalizer 2.01-10

14. Zend Optimizer 3.3.0

15. eAccelerator 0.9.5.3 for PHP 5.2.6 (comment out in the php.ini)


Sebagian fungsi fitur ini saya juga belum begitu mengerti. Tapi yang penting adalah ada Apache , PHP dan MySql , dimana ketiga inilah yang paling kita butuhkan untuk membuat lokal web server di komputer kita.

Cara menginstall XAMPP ini juga mudah. Berikut cara cara install XAPP menjadi web server di komputer kita.


1. Download XAMPP di servernya ( http://www.apachefriends.org/en/xampp-windows.html)

2. Double klik pada file yang baru dodownload untuk unpack installer. Pilih folder pada level tertinggi untuk tempat unpack file tersebut seperti E:\xampp atau C:\xampp atau folder yang lainnya. Ingat jangan gunakan folder flash disk dan sejenisnya.

3. Buka folder tempat anda unpack sebelumnya.

4. Double klik setup_xampp.bat untuk install XAMPP

5. Cari dan double klik file xampp-control.exe untuk membuka setting XAMPP.

6. Disini anda bisa start dan stop Apache , MySQL server dan fitur lain. Untuk latihan ini saya kira anda cukup start Apache , MySQL saja.

7. Buka browser anda dan ketik http://127.0.0.1 atau http://localhost maka server website lokal anda akan terbuka.


Sampai disini anda sudah berhasil membuat komputer kita menjadi web server. Anda bisa menggunakan phpMyAdmin untuk membuat database.

Copy kan web page anda ke ?:\xampp\htdocs atau buat subfolder dari htdocs untuk website anda. Contoh : Jika anda buat subfolder "coba" maka dari browser anda akan diakses dengan http://localhost/coba

Catatan Bytescode membuat server dengan LINUX

apa yang ada di pikiranku, apa yang ku dapat di belantara internet……..
Pengalaman Membuat Proxy Server untuk Internet Speedy di Kosan

Artikel ini diketik berdasarkan pengalaman saya dan rekan-rekan di kosan untuk mengatur koneksi dan bandwith internet Speedy (yang baru saja dipasang di kosan kami saat itu) , dengan kapasitas 1 MBps (up to), demi kepentingan bersama. Terima kasih juga kepada rekan saya Putu Githa atas waktu yang diluangkan untuk membuatkan dokumentasi untuk anak-anak di kosan :D

Yah, namanya aja internet untuk bersama, tentu saja bandwith yang dibagi harus rata dan adil :) Ibu kos hanya menanggung biaya pemasangan line telepon dan Speedy, sedangkan kami selaku penghuni kosan hanya wajib membayar tagihan setiap bulan berdasarkan pemakaian.

Awal mula Speedy dipasang dikosan, langsung menghubungkan modem ke switch dan mengatur IP setiap kamar dgn subnet 1 (mengikuti subnet modem sebagai gateway, yaitu 192.168.1.1). Permasalahan kemudian muncul saat banyak yang doyan nyedot (menggunakan downloader, misal IDM Windows atau prozilla Linux). Belum lagi lambatnya akses internet setiap membuka halaman baru. Dua hal ini saja sudah merugikan beberapa rekan, termasuk juga penulis, sementara rekan lainnya (yang beruntung), malah berlimpah bandwith dan enak-enakan di kamar nyedot film atau file lainnya :(

Setelah dirapatkan interen kosan, akhirnya disepakati untuk urunan dana (sekali lagi) membeli sebuah PC bekas untuk dijadikan sebuah server proxy. Adapun fungsi proxy (sejauh yang saya ketahui) adalah :
1.) Mempercepat akses internet (karena menyimpan halaman web di proxy).
2.) Kontrol akses internet berdasarkan IP dan MAC Address, sehingga internet kosan hanya bisa dipakai oleh yang berhak saja (kosan saya terhubung secara lokal dengan kosan lainnya dalam 1 subnet. Amat berbahaya jika sampai akses internet bocor sehingga anak di kosan lainnya bisa menggunakannya secara gratis).
3.) Memblack-list (banned) alamat web dan kata yang dilarang. Misalkan saja di sekolah/kampus untuk situs-situs porno, iklan(pop up), dan sebagainya. Dari keputusan rapat sih, bagian ini dihilangkan :D
4.) mampu membatasi ukuran file yang diwnload, tipe file yang diijinkan. Hal ini sangat bermanfaat untuk “keadilan” jatah bandwith setiap anak, termasuk juga saya :)
5.) Dapat menentukan rule (aturan) untuk akses internet pada protokol tertentu saja.

Dengan modal Rp 400.000,00 akhirnya berhasil juga dibeli sebuah PC tua (tanpa monitor, mouse, dan keyboard. Cuman 1 kotak PC doank ama jeroan di dalamnya :D ). Berikut spesifikasi si PC tua ini :
1.) Processor Intel Pentium 3 800 MHz
2.) Memory (SDRAM) 256 MB (2 slot).
3.) Harddisk 20 GB
4.) LAN Card SMC 10/100 2 buah (untuk eth0 dan eth1).
5.) Sistem operasi CentOS.

Pertama kali, tentu saja instalasi CentOS di PC tua tadi, pilih instalasi mode minimal (tanpa GUI). CentOS sendiri adalah distro turunan Red Hat, masih sodaraan dengan Fedora yang saya pakai di PC :D Kemudian tambahkan paket rpmbuild yang akan digunakan saat mengkompile paket source rpm squid.

Kemudian melakukan setting IP untuk kedua LAN card (eth0 dan eth1) yang terpasang. a.) Pada etho (menghubungkan proxy server dengan modem ADSL Speedy), diberikan settingan sebagai berikut :
IP Address : 192.168.1.2
Netmask : 255.255.255.0
Gateway : 192.168.1.1 (alamat IP modem ADSL)
Primary DNS : 202.134.0.155 (ISP Telkom)
Secondary DNS : 202.134.2.5 (ISP Telkom)
b.) Pada eth1 (terhubung ke switch, menghubungkan proxy server dengan client lainnya), diberikan settingan sebagai berikut :
IP Address : 192.168.50.99
Netmask : 255.255.255.0

Kemudian dilakukan otentikasi MAC Address (access control) di Squid, sehingga hanya MAC Adrress yang terdaftar saja yang bisa menggunakan layanan internet ini.
Langkah-langkahnya sebagai berikut :
1.) Unduh filenya di ftp://ftp.redhat.com/pub/redhat/linux/enterprise/5Server/en/os/SRPMS/squid-2.6.STABLE6-5.el5_1.3.src.rpm
2.) Install file rpm tadi dengan cara :
rpm -ivh squid-2.6.STABLE6-5.el5_1.3.src.rpm
3.) Ketik updatedb
4.) Edit file squid.spec (saya menggunakan vim, silahkan gunakan sesuai selera anda, misal nano, kedit, atau lainnya).
vim /usr/src/redhat/SPECS/squid.spec
5.) Tambahkan 2 baris ini di bagian paling bawah dari isi file squid.spec :
enable-arp
enable-arp-acl
6.) Lakukan perintah berikut ini :
rpmbuild -ba /usr/src/redhat/SPECS/squid.spec
Dan tunggu sampai selesai :D
7.) Kemudian lanjutkan dengan meload file rpm :
rpm -ivh /usr/src/redhat/RPMS/i386/squid-2.6.STABLE6-5.3.i386.rpm

Kemudian lakukan konfigurasi pada file squid.conf (vim /etc/squid/squid.conf) :
============= isi file konfigurasi ===============
#SQUID 2.6.STABLE6
#Author by: http://fxekobudi.net
# OPTION JARINGAN
# —————————————————————————–
http_port 3128
icp_port 0
# OPTION UKURAN CACHE
# —————————————————————————–
cache_mem 64 MB
cache_swap_low 94
cache_swap_high 96
maximum_object_size 16384 KB
minimum_object_size 4 KB
maximum_object_size_in_memory 2048 KB
fqdncache_size 1024
cache_replacement_policy heap GDSF
memory_replacement_policy heap GDSF
# DIREKTORI LOG DAN CACHE
# —————————————————————————–
cache_dir aufs /var/spool/squid 9000 16 256
access_log /var/log/squid/access.log squid
cache_log /var/log/squid/cache.log
cache_store_log none
# TUNING CACHE PROXY
# —————————————————————————–
refresh_pattern ^ftp: 1440 20% 10080
refresh_pattern ^gopher: 1440 0% 1440
refresh_pattern . 0 20% 4320
negative_ttl 1 minutes
# TIMEOUT
# —————————————————————————–
half_closed_clients off
# ————————————-
# Memblok situs terlarang (blacklist)secara manual
# ————————————-
#acl noblacklist dstdomain “/etc/squid/blacklist/no-blacklist.txt”
#acl katablacklist url_regex -i “/etc/squid/blacklist/kata-blacklist.txt”
#acl domainblacklist dstdomain “/etc/squid/blacklist/domain-blacklist.txt”
#acl ipblacklist dst “/etc/squid/blacklist/ip-blacklist.txt”
# AKSES KONTROL
# —————————————————————————–
acl all src 0.0.0.0/0.0.0.0
acl manager proto cache_object
acl localhost src 127.0.0.1/255.255.255.255
acl to_localhost dst 127.0.0.0/8
acl SSL_ports port 443
acl Safe_ports port 80 # http
acl Safe_ports port 21 # ftp
acl Safe_ports port 443 # https
acl Safe_ports port 70 # gopher
acl Safe_ports port 210 # wais
acl Safe_ports port 1025-65535 # unregistered ports
acl Safe_ports port 280 # http-mgmt
acl Safe_ports port 488 # gss-http
acl Safe_ports port 591 # filemaker
acl Safe_ports port 777 # multiling http
acl CONNECT method CONNECT
# ————————————-
# Daftar IP address
# ————————————-
#acl lab1 src 192.168.254.1-192.168.254.40/255.255.255.255
#acl staf-it src 192.168.254.41-192.168.254.42/255.255.255.255
#acl lab2 src 192.168.254.43-192.168.254.44/255.255.255.255
#acl ruang1 src 192.168.1.1-192.168.1.8/255.255.255.255
#acl ruang2 src 192.168.1.11-192.168.1.17/255.255.255.255
# ————————————-
# Daftar MAC address
# ————————————-
acl MACAstina arp 00:C0:4A:02:18:CD 00:11:2F:67:7A:43 00:1B:FC:D8:22:15
# ————————————-
# Memblok situs terlarang secara manual
# ————————————-
#http_access allow noblacklist
#http_access deny katablacklist
#http_access deny domainblacklist
#http_access deny ipblacklist
http_access allow manager localhost
http_access deny manager
# ————————————-
# Rule yang saya terapkan
# ————————————-
http_access allow MACAstina
# ————————————-
# Membatasi download
# ————————————-
acl bebasdownload time 01:00-08:00
acl magic_words2 url_regex -i ftp .exe .mp3 .vqf .tar.gz .gz .tar.bz2 .bz2 .rpm .zip .rar .avi .mpeg .mpe .mpg .qt .ram .rm .raw .wav .iso
delay_pools 2
delay_class 1 2
delay_access 1 allow magic_words2 !bebasdownload
delay_access 1 deny all
delay_parameters 1 125000/125000 5000/125000

delay_class 2 2
delay_access 2 allow MACAstina
delay_access 2 deny all
delay_parameters 1 -1/-1 -1/-1
# Cancel download if file is bigger than 2 MB = 2000×1024 byte = 2048000 byte
#reply_body_max_size 2048000 allow magic_words2 tdkbebasdownload
http_access deny !Safe_ports
http_access deny CONNECT !SSL_ports
http_access allow localhost
http_access deny all
http_reply_access allow all
icp_access allow all
# PARAMETER ADMINISTRATOR
# —————————————————————————–
cache_mgr ptlibra16@gmail.com
cache_effective_user squid
cache_effective_group squid
visible_hostname ASTINA
# PESAN ERROR DALAM BAHASA INDONESIA
# —————————————————————————–
error_directory /usr/share/squid/errors/Indonesian
============= isi file konfigurasi ===============

Kemudian dilanjutkan dengan konfigurasi firewall menggunakan IPTables agar client dapat mengakses internet Speedy via proxy server, dengan port yang digunakan 3128.
Berikut isi shell script yang dinamakan firewall.sh
=========== isi file firewall.sh ==================
#vi firewall.sh

#!/bin/sh

LAN=”eth1″
INTERNET=”eth0″
IPTABLES=”/sbin/iptables”

# Kernel monitoring support
# More information:
# /usr/src/linux-`uname -r`/Documentation/networking/ip-sysctl.txt
# http://www.linuxgazette.com/book/view/1645
# http://www.spirit.com/Network/net0300.html

# Drop ICMP echo-request messages sent to broadcast or multicast addresses
echo 1 > /proc/sys/net/ipv4/icmp_echo_ignore_broadcasts

# Drop source routed packets
echo 0 > /proc/sys/net/ipv4/conf/all/accept_source_route

# Enable TCP SYN cookie protection from SYN floods
echo 1 > /proc/sys/net/ipv4/tcp_syncookies

# Don’t accept ICMP redirect messages
echo 0 > /proc/sys/net/ipv4/conf/all/accept_redirects

# Don’t send ICMP redirect messages
echo 0 > /proc/sys/net/ipv4/conf/all/send_redirects

# Enable source address spoofing protection
echo 1 > /proc/sys/net/ipv4/conf/all/rp_filter

# Log packets with impossible source addresses
echo 1 > /proc/sys/net/ipv4/conf/all/log_martians

# Needed for FTP (specifically, to allow incoming ftp-data connections)
/sbin/modprobe ip_conntrack_ftp

# Flush all chains
$IPTABLES –flush

# Allow unlimited traffic on the loopback interface
$IPTABLES -A INPUT -i lo -j ACCEPT
$IPTABLES -A OUTPUT -o lo -j ACCEPT

# Set default policies
$IPTABLES –policy INPUT DROP
$IPTABLES –policy OUTPUT DROP
$IPTABLES –policy FORWARD DROP

# Previously initiated and accepted exchanges bypass rule checking
$IPTABLES -A INPUT -m state –state ESTABLISHED,RELATED -j ACCEPT
$IPTABLES -A OUTPUT -m state –state ESTABLISHED,RELATED -j ACCEPT

# Allow incoming port 22 (ssh) connections on LAN interface
$IPTABLES -A INPUT -i $LAN -p tcp –destination-port 22 -m state \
–state NEW -j ACCEPT

# Allow incoming port 3128 (squid) connections on LAN interface
$IPTABLES -A INPUT -i $LAN -p tcp –destination-port 3128 -m state \
–state NEW -j ACCEPT

# Allow ICMP ECHO REQUESTS on LAN interface
$IPTABLES -A INPUT -i $LAN -p icmp –icmp-type echo-request -j ACCEPT

# Allow DNS resolution
$IPTABLES -A OUTPUT -o $INTERNET -p udp –destination-port 53 -m state \
–state NEW -j ACCEPT
$IPTABLES -A OUTPUT -o $INTERNET -p tcp –destination-port 53 -m state \
–state NEW -j ACCEPT

# Allow ntp synchronization
$IPTABLES -A OUTPUT -o $LAN -p udp –destination-port 123 -m state \
–state NEW -j ACCEPT

# Allow ssh on LAN interface
$IPTABLES -A OUTPUT -o $LAN -p tcp –destination-port 22 -m state \
–state NEW -j ACCEPT

# Allow Squid to proxy ftp, http, https, and AIM traffic
$IPTABLES -A OUTPUT -o $INTERNET -p tcp –destination-port 21 -m state \
–state NEW -j ACCEPT
$IPTABLES -A OUTPUT -o $INTERNET -p tcp –destination-port 80 -m state \
–state NEW -j ACCEPT
$IPTABLES -A OUTPUT -o $INTERNET -p tcp –destination-port 443 -m state \
–state NEW -j ACCEPT
$IPTABLES -A OUTPUT -o $INTERNET -p tcp –destination-port 5190 -m state \
–state NEW -j ACCEPT

# Create a LOGDROP chain to log and drop packets
$IPTABLES -N LOGDROP
$IPTABLES -A LOGDROP -j LOG
$IPTABLES -A LOGDROP -j DROP

# Drop all other traffic
$IPTABLES -A INPUT -j LOGDROP

# Have these rules take effect when iptables is started
/sbin/service iptables save
=========== isi file firewall.sh ==================

Berikan permission pada file firewall.sh tadi agar bisa dieksekusi :
# chmod +x firewall.sh
Lalu jalankan dengan cara ./firewall.sh

Pada kondisi ini, PC telah siap menjadi sebuah proxy server untuk kosan. Permasalahn kemudian muncul, yaitu, mengingat ini adalah sebuah PC biasa yang disetup menjadi server proxy untuk 19 client, keterbatasannya (termasuk juga keterbatasan modem ADSL Speedy) jika dihidupkan terus 24 jam x 7 hari setiap bulan, maka saya dan anak-anak rapat kembali dan memutuskan bahawa dalam seminggu ada 2 kali jadwal “pemadaman” server proxy, masing-masing 6 jam, sehingga kedua benda itu (PC dan modem) bisa istirahat sebentar. nah, agar saat setelah masa istirahat itu squid dapat langsung berjalan otomatis saat PC dihidupkan, maka ditambahkan command berikut :
#echo “/usr/sbin/squid -D” >> /etc/rc.local

Demikian sedikit pengalaman saat mensetup PC biasa menjadi sebuah proxy server untuk internet Speedy di kosan :)

NB :
Berikut beberapa command di Squid :
1.) Menjalankan Squid:
#/sbin/service squid start

2.) Menghentikan Squid
#/sbin/service squid stop

3.) Restart Squid
#/sbin/service squid restart

4.) Monitoring delay pool level via cache manager interface. Request delay page dari CGI interface atau squidclient utility.
# /usr/sbin/squidclient mgr:delay | less

DNS Akses Internet

Pemakai internet mutlak perlu tahu seputar hal yang terkait dengan akses Internet, minimal mengerti bagaimana proses Koneksi kesebuah situs/alamat terjadi.

Salah satu yang perlu diketahui adalah perihal DNS (Domain Name Server). Secara singkat DNS adalah Server yang menyimpan alamatDomain dan IP (Internet Protocol) Address Terkait. Gambaran antara IP dan Domain adalah seperti dibawah;

Domain=www.warga.gading2.co.cc , IP=209.51.196.242
Domain=www.gading2.co.cc , IP=209.51.196.243
Domain=www.sadonyo.com , IP=117.103.57.80
Domain=www.gading2.tk , IP=209.172.59.196



Jadi DNS adalah server yang akan menterjemaahkan alamat Domain/URL yang bisa kita baca dan ingat (www.domain.xxx) menjadi sebuah alamat IP yang dikenali oleh jaringan Komputer. DNS adalah penghubung antra Domain dan IP address, bahasa umum penghubung pengalamatan “manusia” dengan pengalamatan “mesin”. Bayangkan jika tidak ada Server yang mengelola pengalamatan ini, pasti kita semua akan tidak mampu mengingat semua alamat internet (IP) yang dalam bentuk angka.

Setelah mengetahui Apa itu DNS, tentunya kita harus tahu apa kegunaan/manfaatnya yang lain. Diantara manfaat DNS yang lain adalah;
1. Mempercepat akses kesuatu alamat IP tertentu sesuia dengan Lokasi DNS server dan akses yang kita miliki. Secara teori bila kita menggunakan sebuah akses Internet Speedy (provider Telkom Indonesia) tentunya akan lebih cepat menterjemaahkan Request kita bila Server DNS nya ada di Server nya Speedy.
2. Melakukan management Pengawasan akses
Dengan adanya DNS kita bisa mengatur pengawasan dan pembatasan akses dari suatu koneksi Internet. Hal ini perlu dilakukan agar suatu situs (domain) tidak bisa diakses karena alasan tertentu. Tidak semua server DNS menyediakan fasilitas ini secara terbuka ke Public. Salah satu yang menyediakan fasilitas ini secara terbuka adalah Open DNS (www.OpenDNS.com), melalui control panel yang disediakan kita bisa melakukan pemblokan suatu alamat situs atau memblog suatu kriteria situs (misal Situs Porno). Open DNS ini sering dipakai oleh para administratur IT di suatu perusahaan, ISP, Sekolah dan Hotspot area untuk memblokir situs-situs Porno.

Untuk mendapatkan DNS server terbaik kita dapat menanyakan ke ISP yang kita gunakan, sementara untuk mendapatkan DNS dari OpenDNS kita bisa mengakses langsung ke URL situs OpenDNS dan melakukan registrasi disana.

Optimalisasi Koneksi Internet

membahas beberapa tips untuk Optimalkan koneksi sambungan internet yang intinya mempercepat browsing, chatting dan download dari jaringan internet. Silahkan mencoba tips dan trik untuk mempercepat ber internet kita. Hal ini sangat berguna bila kita menggunakan koneksi internet yang serba minim dari segi kecepatan yang lambat seperti internet menggunakan akses GPRS, dial up dan sebagainya. Tips ini juga bisa mengoptimalkan kecepatan internet kita seperti menggunakan akses Indosat IM3, Mentari, mempercepat koneksi internet Indosat IM2 yang kita gunakan di jaringan GPRS, tapi juga bisa digunakan di jaringan Telkom Speedy dan koneksi internet lainnya.

1. Pertama kita rubah sedikit configurasi Group Policy di PC kita. Masuk Menu Run >>> ketik: gpedit.msc >>> Computer Configuration >>> Administrative Templates >>> Network >>> Qos Packet Scheduler >>> Limit Resevable Bandwidth doble klik >>> atur settingnya ke enable dan isi bandwidth limit dengan 0 % klik Ok.
2. Matikan Fitur update pada Komputer anda dengan cara : Masuk Control Panel >>> Security center >>> pilih Turn Off Automatic updates
3. Hilangkan Peringatan Auto Update dengan cara : Masuk control Panel >>> Security center >>> pada bagian resource pilih change the way Security Center alerts me >>> Hilangkan Cawang pada Automatic Updates. Untuk Windows Versi SP1 : klik kanan my Computer >>> Pilih Auto Updates >>> Tandai pada Turn Off Automatic Updates . Matikan pula Menu updates pada plikasi lain yang anda gunakan.
4. Untuk Software browser saya sarankan anda menggunakan Browser Mozila Firefox. Yang menurut pengalaman saya paling cepat dan sesuai digunakan pada koneksi internet yang lambat. Sofware Mozila FireFox ini bisa anda download di http://www.mozilla.com/firefox lebih bagus lagi bila anda menggunakan Mozila Firefox versi 2.0 yang cocok bila di jaringan internet lambat.
5. Optimalkan Mozila FireFox anda dengan menambahkan Plugins atau Addons Faster Fox. Addon untuk Mozila Firefox ini bisa anda download di https://addons.mozilla.org/firefox/addon/1269 dimana Addon ini hanya bisa dipakai pada Mozila Firefox versi 2.0. Guna dari addon ini meningkatkan performa Firefox dan disesuaikan dengan jaringan internet kita. Atur Pluginsnya dengan cara masuk Menu Tools pada mozila >>> Pilih add-ons >>> Pilih Fasterfox Options >> Pilih Turbo Charged >>> Ok
6. Browsing menggunakan Mozila ini bisa kita tingkatkan lagi dengan cara menggunakan proxy dan kita terapkan pada Browser Mozila Firefox ini. Cara rubah setting proxy pada Mozila sebagai berikut : Buka menu tools >>> Options >>> Advanced >>> Network >>> Conection Settings >> tanda pada Manual Proxy Configuration >>> Http proxy >> masukan salah satu IP proxy pada daftar Proxy di bawah ini.
7. Untuk Kebutuhan Download saya sarankan anda menggunakan Sofware Internet Download Manager (IDM) silahkan anda download di http://www.internetdownloadmanager.com/
8. Bila perlu gunakan Proxy di atas pada IDM. Langkahnya sebagai berikut : Jalankan IDM klik menu options >>> Proxy >>> Cawang Use Http Proxy >>> Masukan salah satu Proxy dan port Proxy di atas >> user name dan Password kosongkan >>> Klik OK.
9. Untuk kebutuhan chatting ESC creation sarankan memakai Sofware Yahoo Mesenger versi 7 atau 8 karena lebih cepat bila digunakan pada jaringan lambat. Atau bisa gunakan alternatif Mesenger yahelite.
10. Proxy di atas juga bisa digunakan pada yahoo mesenger dengan cara buka aplikasi Yahoo Mesenger Klik menu Connection Preference >>> Tandai Use Proxy >>> cawang enable Http Proxy >>> masukan salah satu Proxy di atas >> apply dan OK.

Daftar Http Proxy Update 21 November 2009 Proxy Availability :

212.93.193.90 Port:443 (Arab Saudi)
212.93.193.89 Port:443 (Arab Saudi)
212.93.193.88 Port:443 (Arab Saudi)

168.10.168.61 Port:80 (USA Filter)
212.138.84.62 Port:80 (Arab Saudi)
193.136.124.226 Port:3128 (Coden)
210.125.84.17 Port:3124 (Coden)
200.65.129.1 Port:80 (Mexico)
148.233.239.24 Port:80 (Mexico)
148.233.239.23 Port:3128 (Mexico)

213.132.58.149 Port:8080 (UEA Etisalat)

Proxy Khusus Jaringan Telkom Speedy :

PROXIES.TELKOM.NET.ID Port: 8080

125.167.43.218 Port 8080

202.134.0.135 Port 8080

Proxy Khusus Situs Indowebster.com

119.110.76.76 Port : 3128

Pengertian Proxy dan Kegunaanya

Definisi Pengertian Fungsi dan Kegunaan Proxy silahkan baca di sini

Dengan menjalankan 10 Langkah Optimalisasi di atas mudah – mudahan bisa membantu kemudahan dan mempercepat anda dalam ber internet. Silahkan mencoba

Membangun Warnet Tanpa SERVER (lebih cepat daripada pakai server)

Membangun warnet dengan 10 komputer client

1. Modem ADSL
2. 2 x HUB Swith 8 port (untuk 10 Komputer Client)
3. Program Billing

1. Sambungkan Modem Adsl ke HUB
2. Hubungkan kabel LAN Langsung ke Komputer Client
3. Jarak Maksimal 7- 8 meter
jika lebih, hubungkan dengan HUB lagi
(untuk penguatan sinyal)
4. Setiap komputer client harus mempunyai IP Address dan DNS

Selamat mencoba ??????

Setting Jaringan Warnet Berbasis Windows XP dan ADSL Modem (pada Speedy)

Kemampuan untuk melakukan Instalasi dan setting untuk sebuah Warung Internet (Warnet) selama ini dianggap hanya dimiliki oleh mereka yang sudah lama berkecimpung didunia IT Administrator. Dengan mematok biaya yang cukup lumayan mereka bersedia membantu kita dalam membangun sebuah Warnet yang hendaknya akan kita gunakan sebagai Unit Produksi. Ketidaktahuan tentang bagaimana sebuah sistem jaringan dapat berjalan lancar adalah alasan utama kita untuk terus menggunakan tenaga mereka. Berangkat dari keadaan tersebut maka saya menuliskan panduan ini. Sengaja dibuat dengan menampilkan langkah demi langkah agar dapat dimengerti dan dipahami bahkan oleh seorang yang sama sekali belum mengenal jaringan.


Pada panduan ini akan dibahas instalasi dan setting untuk sebuah warnet yang memiliki 1 server & 12 client seperti terlihat pada gambar di bawah ini:



Persiapan Hardware & Software
Hendaknya sebelum kita melaksanakan instalasi jaringan, terlebih dahulu kita mempersiapkan Hardware & software yang akan tersambung di dalam lingkup jaringan tersebut. Beberapa langkah persiapan yang diperlukan adalah :
1. PC Server, spesifikasi minimal yang disarankan :
a. Hardware :

 MotherBoard : Kecepatan setara 3.00 Ghz untuk dual Core
 Ram : 1 Ghz
 Harddisk : 160 GB
 NIC / LAN Card : 10/100 Mbps
 Drive : DVD / CD Writer
 Spesifikasi lain : Optional
b. Software :

 Windows XP SP2
 Bandwith Controller / Manager
 Billing System, dll
 Anti Virus
 Firewall
 Anti Spyware, Malware, Adware
2. PC Client
a. Hardware :

 MotherBoard : Kesepatan setara 2.80 Ghz
 Ram : 512 MB
 Harddisk : 40 Ghz
 VGA Card : Optional untuk Game
b. Software :

 Windows XP SP2
 Browsing Tools :
1. Internet Explorer
2. Mozilla FireFox (Free)
3. Opera

 Chatting Tools :
1. Yahoo Messenger (Free)
2. MSN Live Messenger
3. MiRC
4. ICQ

 Game Online, Example:
1. Warcraft III
2. Ragnarok Online
3. Diablo II, dsb

 Adobe Reader (Free)
 WinZip
 WinRar
 Anti Virus (AVG Free Recommended)
 Winamp (Free)
 ACD See (Optional)
 Microsoft Office (Optional)
 Billing System, dsb
Sistem Operasi Window$ memang sangat mahal, untuk itu kita bisa mensiasatinya dengan membeli CPU second Built-up dari luar negeri yang masih bagus. Biasanya selain kualitasnya lebih tinggi dari pada CPU rakitan, CPU Built-up dari luar negeri juga sudah dilengkapi dengan, Sistem Operasi Standar Windows.

3. Hub / Switch / Router
Merupakan alat yang digunakan untuk membagi koneksi internet dari PC server ke PC
Client. Pilihan antara Hub / Switch / Router ditentukan oleh kemampuan koneksi yang
ingin dihasilkan, dan tentu saja di sesuaikan dengan dana yang tersedia. Pada studi
kasus kita kali ini saya akan menggunakan Switch sebagai pembagi koneksi internet.
4. Modem
Modem adalah sebuah device yang digunakan sebagai penghubung dari sebuah PC atau
jaringan ke Penyedia Layanan Internet (Internet Service Provider / ISP). Penggunaan
Modem yang akan di bahas kali ini adalah modem jenis ADSL. Modem jenis ini
biasanya digunakan oleh ISP Telkomspeedy. Untuk jenis modem ADSL itu sendiri bisa
dipilih berdasarkan kebutuhan. Kali ini penulis mengambil contoh ADSL LynkSys AM
300 yang hanya mempunyai 1 (satu) port saja sebagai Dialup Device.

Setting Modem ADSL Eksternal
Berikut adalah langkah yang harus dilakukan untuk memastikan PC Server terhubung ke
internet :
1) Buka Internet Explorer anda dan ketikan alamat berikut : 192.168.1.1 (biasanya adalah
alamat IP default bagi Modem).
2) Setelah muncul jendela login isikan username: admin Password: admin, atau sesuai
dengan user guide yang terdapat pada saat pembelian Modem.
3) Isikan sesuai dengan yang tertera pada gambar berikut, kecuali user name dan password yang masing-masing berbeda sesuai dengan yang didapat dari ISP.
4) Pengisian selanjutnya adalah untuk mengijinkan DHCP Server enable/disable,
sebaiknya dipilih Option Enable agar kita tidak direpotkan dengan urusan menyetel satu
demi satu IP Client. Karena fasilitas ini mempunyai kemampuan untuk mensetting IP
Client secara otomatis.
5) Untuk pengisian Time Zone dilakukan sesuai dengan domisili anda tinggal. Dan untuk
time server settingan yang tertera pada gambar adalah settingan yang saya
rekomendasikan.
6) Jika kita ingin mengganti modem username & password kita dipersilahkan untuk
melalukannya pada option berikut :
7) Status Koneksi kita bisa kita pantau pada tabs status (gambar), sebetulnya alamat IP
kita tertera pada bagian bawah layar. Tidak saya tampilkan dengan alasan keamanan.
Setelah semua tersetting dengan baik langkah pengujian yang bisa kita lakukan adalah
dengan membuka Internet Explorer kita, lalu masuk ke salah satu alamat WEB yang
mudah diloading. Contoh : Http://www.google.co.id/ lalu untuk pengetesan kecepatan
bisa dilakukan melalui beberapa situs yang menyediakan layanan pengukuran
Bandwith, contoh: http://www.sijiwae.net/speedtest/ .

Sinkronisasi
Setelah hubungan antara PC server dan koneksi internet dapat berjalan lancar langkah
selanjutnya adalah sinkronisasi. Agar semua komputer dapat tersinkronisasi secara benar, berikut adalah langkah-langkah yang harus dilakukan :
1) Sinkronisasi Nama Komputer / PC dan Nama Work Group dilakukan dengan cara
sebagai berikut :
a. Menampilkan Task Control System



b. Pada Tab Computer Name klik Change untuk mengubah nama komputer dan
nama WorkGroup. Nama komputer sebaiknya diurutkan sesuai dengan nomor
Clientnya untuk memudahkan kita mengingat masing-masing nama komputer,
nama masing-masing PC tidak boleh sama. Namun untuk nama Workgroup
harus lah dibuat sama untuk semua Client dan juga Server.



c. Setelah nama PC kita ganti langkah selanjutnya adalah mengganti Network ID
dengan cara mengeklik Tab Network ID pada task Control System tadi.
i. Pada pertanyaan How Do You Use This Computer pilihlah option This Computer is part of a business network, kemudian Klik Next.



ii. Pada Option selanjutnya pilihlah Network without a Domain.



iii. Selanjutnya isikan nama WorkGroup sesuai dengan nama WorkGorup yang kita isikan pada waktu mengganti nama PC pada langkah (b) tadi.



iv. Selanjutnya Klik Next dan kemudian Finish. Tunggu beberapa saat hingga komputer selesai melakukan pergantian Network ID dan lakukan restrat System Operasi / Reboot.

2) Sinkronisasi Waktu / Jam dilakukan dengan menempuh langkah sebagai berikut:
a. Double klik tampilan jam yang ada pada sudut kiri bawah desktop anda.
b. Pilihlah tabs Internet Time => Update Now



c. Tunggu beberapa saat hingga terdapat statement berikut : The time has ben
succesfully Synchronized.
d. Jika yang tampil adalah statement error, maka ulangi klik Update Now hingga
berhasil menyamakan waktu PC anda dengan server Windows.
e. Jika Update berhasil, namun jam yang ditampilkan tidak sama, maka kesalahan
mungkin terjadi pada Time Zone untuk wilayah WIB wilayah waktunya adalah
GMT + 07.00 Bangkok, Hanoi, Jakarta sedangkan untuk WITA adalah
GMT+08.00 Perth dan WIT dengan GMT + 09.00 Seoul.



Internet Connection Sharing (ICS)
Sampai dengan tahap ini PC yang terkoneksi keinternet hanyalan PC server saja. Untuk
memberikan akses bagi PC client agar mempunyai akses ke internet kita perlu mengaktifkan Internet Connection Sharing yang kita miliki pada PC server. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut :

1) Buka Jendela Network Connection yang terdapat pada Control Panel. Lalu klik kanan
pada Koneksi aktif kita ke internet => pilih Properties.



2) Pada tabs Advanced aktifkan option Allow other network users to connect through this
computer’s Internet Connection.
3) Setelah Koneksi Internet berhasil di sharing maka akan muncul 2 buah macam koneksi. Sebaiknya ganti nama masing-masing koneksi tersebut agar mudah membedakan antarakoneksi yang terhubung ke Modem dengan Koneksi yang terhubung ke Switch dengan cara me-rename masing-masing koneksi tersebut.



4) Jika kita buka properties pada koneksi yang terhubung ke Switch, pada tabs support
terdapat alamat IP yang akan menjadi default Gateway bagi PC Client yang akan
terhubung melalui PC Server (192.168.0.1).



Network Setup
Langkah-langkah yang kita lakukan tadi hanyalah untuk memberikan izin bagi PC Client agar dapat mengakses Internet. Untuk mengaktifkan Izin tersebut dilakukan dengan cara mensetup Network / Jaringan yang kita miliki. Langkah pengerjaannya adalah sebagai berikut :
1) Buka Network Setup Wizard yang terdapat pada Control Panel. Lalu lakukan langkah
seperti pada gambar. (pastikan Koneksi ke internet dalam keadaan hidup).





2) Pada pilihan select a Connection Method pilih yang Connect Directly to the Internet
untuk PC server dan bila melakukan settingan pada PC Client plihlah Option Connect to
the internet through a residental gateway.



3) Option Berikut meminta kita menentukan koneksi yang mana yang akan kita gunakan
untuk melakukan dial-up ke Internet. Pilihlah koneksi yang tersambung ke Modem.
Pilihan ini tidak ada pada saat kita melakukan setting di PC Client.



4) Isikan Computer Name sesuai dengan nama yang telah kita berikan tadi, lalu isikan
Computer Description jika anda inginkan (Optional / tidak diisi tidak berpengaruh).



5) Isi Nama Workgroup sesuai dengan nama yang telah kita tentukan sebelumnya. Perlu
saya ingatkan kembali bahwa nama workgroup sebaiknya sama untuk semua komputer
agar langkah setting lebih mudah.



6) Pilihlah option Turn On File and Printing Sharing pada task selanjutnya.



7) Setelah settingan pada jendela log kita anggap benar klik next untuk menjalankan /
Mengaktifkan settingan yang telah kita buat tadi.



Tunggu beberapa saat hingga komputer selesai menyesuaikan dengan settingan
barunya.



9) Pilih option just finish wizard, lalu klik Next = > Finish. Biasanya PC akan otomatis
reboot setelah menyelesaikan prosedur tadi.





Langkah yang sama kita lakukan pada semua PC Client. Perbedaan cara setting antara PC
Server dan PC Client hanyalah terletak pada point 2 dan point 3.

Setelah menyelesaikan langkah settingan tersebut pada PC Client lakukanlah pengetesan
koneksi dengan cara yang sama dengan PC Server, yaitu mengunjungi alamat situs yang mudah di Loading dan mengetes kecepatan koneksi. Bila koneksi yang ada dirasa terlalu lambat silahkan lakukan pengecekan pada settingan Network tadi apakah ada Option yang salah atau tidak, dan juga lakukan pengecekan pada koneksi perkabelan apakah suda terposisikan dengan baik atau belum.
Sampai dengan langkah ini semua PC Client bisa terhubung dengan bebas ke Internet selama PC Server menghidupkan Koneksinya. Untuk membatasi penggunaan pada PC Client adal beberapa pilihan. Yang pertama adalah membuat list user dari Computer Client, user mana yang mempunyai hak untuk mengakses internet yang mana yang tidak diizinkan untuk mengaksesnya. Settingan tersebut biasanya digunakan di perkantoran. Sedangkan untuk warnet, pembatasan akses biasanya dilakukan dengan menginstalkan program billing pada C Server dan PC Client. Untuk produk billing dalam negeri sudah terdapat beberapa pengembang program diantaranya adalah www.billingexplorer.com dan www.indobilling.com untuk keperluan setting billing ini silahkan menghubungi pengembangnya masing-masing.

Setting Jaringan Warnet Berbasis Windows XP dan ADSL Modem (pada Speedy)

Kemampuan untuk melakukan Instalasi dan setting untuk sebuah Warung Internet (Warnet) selama ini dianggap hanya dimiliki oleh mereka yang sudah lama berkecimpung didunia IT Administrator. Dengan mematok biaya yang cukup lumayan mereka bersedia membantu kita dalam membangun sebuah Warnet yang hendaknya akan kita gunakan sebagai Unit Produksi. Ketidaktahuan tentang bagaimana sebuah sistem jaringan dapat berjalan lancar adalah alasan utama kita untuk terus menggunakan tenaga mereka. Berangkat dari keadaan tersebut maka saya menuliskan panduan ini. Sengaja dibuat dengan menampilkan langkah demi langkah agar dapat dimengerti dan dipahami bahkan oleh seorang yang sama sekali belum mengenal jaringan.


Pada panduan ini akan dibahas instalasi dan setting untuk sebuah warnet yang memiliki 1 server & 12 client seperti terlihat pada gambar di bawah ini:



Persiapan Hardware & Software
Hendaknya sebelum kita melaksanakan instalasi jaringan, terlebih dahulu kita mempersiapkan Hardware & software yang akan tersambung di dalam lingkup jaringan tersebut. Beberapa langkah persiapan yang diperlukan adalah :
1. PC Server, spesifikasi minimal yang disarankan :
a. Hardware :

 MotherBoard : Kecepatan setara 3.00 Ghz untuk dual Core
 Ram : 1 Ghz
 Harddisk : 160 GB
 NIC / LAN Card : 10/100 Mbps
 Drive : DVD / CD Writer
 Spesifikasi lain : Optional
b. Software :

 Windows XP SP2
 Bandwith Controller / Manager
 Billing System, dll
 Anti Virus
 Firewall
 Anti Spyware, Malware, Adware
2. PC Client
a. Hardware :

 MotherBoard : Kesepatan setara 2.80 Ghz
 Ram : 512 MB
 Harddisk : 40 Ghz
 VGA Card : Optional untuk Game
b. Software :

 Windows XP SP2
 Browsing Tools :
1. Internet Explorer
2. Mozilla FireFox (Free)
3. Opera

 Chatting Tools :
1. Yahoo Messenger (Free)
2. MSN Live Messenger
3. MiRC
4. ICQ

 Game Online, Example:
1. Warcraft III
2. Ragnarok Online
3. Diablo II, dsb

 Adobe Reader (Free)
 WinZip
 WinRar
 Anti Virus (AVG Free Recommended)
 Winamp (Free)
 ACD See (Optional)
 Microsoft Office (Optional)
 Billing System, dsb
Sistem Operasi Window$ memang sangat mahal, untuk itu kita bisa mensiasatinya dengan membeli CPU second Built-up dari luar negeri yang masih bagus. Biasanya selain kualitasnya lebih tinggi dari pada CPU rakitan, CPU Built-up dari luar negeri juga sudah dilengkapi dengan, Sistem Operasi Standar Windows.

3. Hub / Switch / Router
Merupakan alat yang digunakan untuk membagi koneksi internet dari PC server ke PC
Client. Pilihan antara Hub / Switch / Router ditentukan oleh kemampuan koneksi yang
ingin dihasilkan, dan tentu saja di sesuaikan dengan dana yang tersedia. Pada studi
kasus kita kali ini saya akan menggunakan Switch sebagai pembagi koneksi internet.
4. Modem
Modem adalah sebuah device yang digunakan sebagai penghubung dari sebuah PC atau
jaringan ke Penyedia Layanan Internet (Internet Service Provider / ISP). Penggunaan
Modem yang akan di bahas kali ini adalah modem jenis ADSL. Modem jenis ini
biasanya digunakan oleh ISP Telkomspeedy. Untuk jenis modem ADSL itu sendiri bisa
dipilih berdasarkan kebutuhan. Kali ini penulis mengambil contoh ADSL LynkSys AM
300 yang hanya mempunyai 1 (satu) port saja sebagai Dialup Device.

Setting Modem ADSL Eksternal
Berikut adalah langkah yang harus dilakukan untuk memastikan PC Server terhubung ke
internet :
1) Buka Internet Explorer anda dan ketikan alamat berikut : 192.168.1.1 (biasanya adalah
alamat IP default bagi Modem).
2) Setelah muncul jendela login isikan username: admin Password: admin, atau sesuai
dengan user guide yang terdapat pada saat pembelian Modem.
3) Isikan sesuai dengan yang tertera pada gambar berikut, kecuali user name dan password yang masing-masing berbeda sesuai dengan yang didapat dari ISP.
4) Pengisian selanjutnya adalah untuk mengijinkan DHCP Server enable/disable,
sebaiknya dipilih Option Enable agar kita tidak direpotkan dengan urusan menyetel satu
demi satu IP Client. Karena fasilitas ini mempunyai kemampuan untuk mensetting IP
Client secara otomatis.
5) Untuk pengisian Time Zone dilakukan sesuai dengan domisili anda tinggal. Dan untuk
time server settingan yang tertera pada gambar adalah settingan yang saya
rekomendasikan.
6) Jika kita ingin mengganti modem username & password kita dipersilahkan untuk
melalukannya pada option berikut :
7) Status Koneksi kita bisa kita pantau pada tabs status (gambar), sebetulnya alamat IP
kita tertera pada bagian bawah layar. Tidak saya tampilkan dengan alasan keamanan.
Setelah semua tersetting dengan baik langkah pengujian yang bisa kita lakukan adalah
dengan membuka Internet Explorer kita, lalu masuk ke salah satu alamat WEB yang
mudah diloading. Contoh : Http://www.google.co.id/ lalu untuk pengetesan kecepatan
bisa dilakukan melalui beberapa situs yang menyediakan layanan pengukuran
Bandwith, contoh: http://www.sijiwae.net/speedtest/ .

Sinkronisasi
Setelah hubungan antara PC server dan koneksi internet dapat berjalan lancar langkah
selanjutnya adalah sinkronisasi. Agar semua komputer dapat tersinkronisasi secara benar, berikut adalah langkah-langkah yang harus dilakukan :
1) Sinkronisasi Nama Komputer / PC dan Nama Work Group dilakukan dengan cara
sebagai berikut :
a. Menampilkan Task Control System



b. Pada Tab Computer Name klik Change untuk mengubah nama komputer dan
nama WorkGroup. Nama komputer sebaiknya diurutkan sesuai dengan nomor
Clientnya untuk memudahkan kita mengingat masing-masing nama komputer,
nama masing-masing PC tidak boleh sama. Namun untuk nama Workgroup
harus lah dibuat sama untuk semua Client dan juga Server.



c. Setelah nama PC kita ganti langkah selanjutnya adalah mengganti Network ID
dengan cara mengeklik Tab Network ID pada task Control System tadi.
i. Pada pertanyaan How Do You Use This Computer pilihlah option This Computer is part of a business network, kemudian Klik Next.



ii. Pada Option selanjutnya pilihlah Network without a Domain.



iii. Selanjutnya isikan nama WorkGroup sesuai dengan nama WorkGorup yang kita isikan pada waktu mengganti nama PC pada langkah (b) tadi.



iv. Selanjutnya Klik Next dan kemudian Finish. Tunggu beberapa saat hingga komputer selesai melakukan pergantian Network ID dan lakukan restrat System Operasi / Reboot.

2) Sinkronisasi Waktu / Jam dilakukan dengan menempuh langkah sebagai berikut:
a. Double klik tampilan jam yang ada pada sudut kiri bawah desktop anda.
b. Pilihlah tabs Internet Time => Update Now



c. Tunggu beberapa saat hingga terdapat statement berikut : The time has ben
succesfully Synchronized.
d. Jika yang tampil adalah statement error, maka ulangi klik Update Now hingga
berhasil menyamakan waktu PC anda dengan server Windows.
e. Jika Update berhasil, namun jam yang ditampilkan tidak sama, maka kesalahan
mungkin terjadi pada Time Zone untuk wilayah WIB wilayah waktunya adalah
GMT + 07.00 Bangkok, Hanoi, Jakarta sedangkan untuk WITA adalah
GMT+08.00 Perth dan WIT dengan GMT + 09.00 Seoul.



Internet Connection Sharing (ICS)
Sampai dengan tahap ini PC yang terkoneksi keinternet hanyalan PC server saja. Untuk
memberikan akses bagi PC client agar mempunyai akses ke internet kita perlu mengaktifkan Internet Connection Sharing yang kita miliki pada PC server. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut :

1) Buka Jendela Network Connection yang terdapat pada Control Panel. Lalu klik kanan
pada Koneksi aktif kita ke internet => pilih Properties.



2) Pada tabs Advanced aktifkan option Allow other network users to connect through this
computer’s Internet Connection.
3) Setelah Koneksi Internet berhasil di sharing maka akan muncul 2 buah macam koneksi. Sebaiknya ganti nama masing-masing koneksi tersebut agar mudah membedakan antarakoneksi yang terhubung ke Modem dengan Koneksi yang terhubung ke Switch dengan cara me-rename masing-masing koneksi tersebut.



4) Jika kita buka properties pada koneksi yang terhubung ke Switch, pada tabs support
terdapat alamat IP yang akan menjadi default Gateway bagi PC Client yang akan
terhubung melalui PC Server (192.168.0.1).



Network Setup
Langkah-langkah yang kita lakukan tadi hanyalah untuk memberikan izin bagi PC Client agar dapat mengakses Internet. Untuk mengaktifkan Izin tersebut dilakukan dengan cara mensetup Network / Jaringan yang kita miliki. Langkah pengerjaannya adalah sebagai berikut :
1) Buka Network Setup Wizard yang terdapat pada Control Panel. Lalu lakukan langkah
seperti pada gambar. (pastikan Koneksi ke internet dalam keadaan hidup).





2) Pada pilihan select a Connection Method pilih yang Connect Directly to the Internet
untuk PC server dan bila melakukan settingan pada PC Client plihlah Option Connect to
the internet through a residental gateway.



3) Option Berikut meminta kita menentukan koneksi yang mana yang akan kita gunakan
untuk melakukan dial-up ke Internet. Pilihlah koneksi yang tersambung ke Modem.
Pilihan ini tidak ada pada saat kita melakukan setting di PC Client.



4) Isikan Computer Name sesuai dengan nama yang telah kita berikan tadi, lalu isikan
Computer Description jika anda inginkan (Optional / tidak diisi tidak berpengaruh).



5) Isi Nama Workgroup sesuai dengan nama yang telah kita tentukan sebelumnya. Perlu
saya ingatkan kembali bahwa nama workgroup sebaiknya sama untuk semua komputer
agar langkah setting lebih mudah.



6) Pilihlah option Turn On File and Printing Sharing pada task selanjutnya.



7) Setelah settingan pada jendela log kita anggap benar klik next untuk menjalankan /
Mengaktifkan settingan yang telah kita buat tadi.



Tunggu beberapa saat hingga komputer selesai menyesuaikan dengan settingan
barunya.



9) Pilih option just finish wizard, lalu klik Next = > Finish. Biasanya PC akan otomatis
reboot setelah menyelesaikan prosedur tadi.





Langkah yang sama kita lakukan pada semua PC Client. Perbedaan cara setting antara PC
Server dan PC Client hanyalah terletak pada point 2 dan point 3.

Setelah menyelesaikan langkah settingan tersebut pada PC Client lakukanlah pengetesan
koneksi dengan cara yang sama dengan PC Server, yaitu mengunjungi alamat situs yang mudah di Loading dan mengetes kecepatan koneksi. Bila koneksi yang ada dirasa terlalu lambat silahkan lakukan pengecekan pada settingan Network tadi apakah ada Option yang salah atau tidak, dan juga lakukan pengecekan pada koneksi perkabelan apakah suda terposisikan dengan baik atau belum.
Sampai dengan langkah ini semua PC Client bisa terhubung dengan bebas ke Internet selama PC Server menghidupkan Koneksinya. Untuk membatasi penggunaan pada PC Client adal beberapa pilihan. Yang pertama adalah membuat list user dari Computer Client, user mana yang mempunyai hak untuk mengakses internet yang mana yang tidak diizinkan untuk mengaksesnya. Settingan tersebut biasanya digunakan di perkantoran. Sedangkan untuk warnet, pembatasan akses biasanya dilakukan dengan menginstalkan program billing pada C Server dan PC Client. Untuk produk billing dalam negeri sudah terdapat beberapa pengembang program diantaranya adalah www.billingexplorer.com dan www.indobilling.com untuk keperluan setting billing ini silahkan menghubungi pengembangnya masing-masing.

Cara Konfigurasi Sever Linux - Client Windows

Sering kali kita berpikir atau melihat bahwa menggabungkan 2 sistem operasi yang apalagi menggunakan Server yang open source (LINUX) itu sulit.
Semua hal itu terjawab dengan applikasi SAMBA di Linux.
Untuk konfigurasinya menggunakan sistem operasi Linux CentOS 5.2.

Hal pertama yang dilakukan:
1. Pastikan samba sudah terinstall pada komputer server.



# rpm -qa |grep samba
[root@Server ~]# rpm -qa |grep samba
samba-3.0.28-0.el5.8
samba-client-3.0.28-0.el5.8
system-config-samba-1.2.39-1.el5
samba-common-3.0.28-0.el5.8
[root@Server ~]#


Kalau sudah tampil seperti di atas, maka samba sudah ada(terinstall).
2. Configurasi sederhana samba:



workgroup = MYGROUP
server string = SAMBA SERVER
netbios name = HQ1
hosts allow = 127. 192.168.0.

[bas]
path = /home/bastian
writeable = yes
browseable = no
valid users = bastian


3. start service samba
# service smb start
atau
# /etc/init.d/smb start

4. Setelah configurasi samba selesai, saatnya kita melakukan mapping di komputer client ( Windows )
- Run -> cmd
- c:/> net use x: \\192.168.0.1\bas
5. Kemudian cek pada explorer Windows apa kah ada drive X.


Selamat mencoba