Kamis, 24 Desember 2009

Instalasi IndoBilling v5.5x for Linux

Instalasi IndoBilling v5.5x for Linux
Software Utama Billing Server
======================================

1. Install Mandriva 2006, Fedora 4, Vector Linux, Xandros, dll.
2. Install MySql V3.2 atau 4.0 atau 5.0
3. Download file: (http://wartal.com/indobilling/linuxv5/)

klik disini untuk download

billserver5.202.tar.gz
lib_billing.tar
dbsql.tar.gz
dbwanet.tar.gz

Masuk user root dan lakukan sbb:
tar xzvf billserver5.202.tar.gz -C /usr/bin
tar xzvf lib_billing.tar -C /usr/lib
tar xzvf dbsql.tar.gz -C /
tar xzvf dbwarnet.tar.gz -C /

Restart Mysql dengan perintah :

service mysqld restart
atau
/etc/init.d/mysqld restart
(catatan kadang bukan mysqld tapi mysql saja)


Jalankan billing server, keluar dari user root

(ketikkan perintah exit dari posisi root)
buatkan folder .vartmp caranya
mkdir .vartmp (dibuat sekali saja untuk lokasi file register billserver2.reg dan file .ini)

Panggil Billing Server dari Konsole / xTerminal :
billserver &
(Akan keluar Indobilling desktop)

Kalau belum konek masuk tab Setting,
Ketikkan Server IP = localhost,
user = root
password = (tanyakan ke Reseler anda)


Software Utama Billing Client
==============================
1. Install Mandriva 2006, Fedora 4, Vector Linux, Xandros, dll.
2. Download file: (lokasi www.indobilling.com/downloadv5/linux)
klik disini

billclient5.202.tar.gz
lib_billing.tar

Masuk user root dan lakukan sbb:
tar xzvf billclient5.202.tar.gz -C /usr/bin
tar xzvf lib_billing.tar -C /usr/lib

Keluar dari root (biasanya pake perintah exit)

Jalankan perintah sbb :
mkdir .vartmp
billclient &
(Akan keluar Indobilling client Desktop)

a. Isikan IP Server billing (kalau gak muncul tekan alt+Q)
b. Tekan Tombol Connect


Menampilkan Report di Billing Server
======================================

copyan file rep_hari.rff dari CD IndoBilling
ke /home/user_anda/.vartmp
kemudian jalankan billing server lagi.
misal rep_hari.rff anda downlod di /home/user_anda/
cara copy
cp /home/user_anda/rep_hari.rff /home/user_anda/.vartmp/


Meregister Software IndoBilling Server
===================================
Anda harus masuk ke current user, selain root, karena jika root, kemungkinan tidak bisa
dijalankan oleh user lain.
Untuk server jalankan program dari Konsole / xTerminal :
billserver & [enter]
maka akan muncul tampilan desktop billing.
Jika berhasil tapi belum terkoneksi dengan database maka pada Caption akan muncul:
Indobilling Disabled (Mysql not Installed)

Akan tetapi jika sudah tersambung dengan database maka akan muncul
Indobilling Server versi 4.* Evaluation Version for 4 clients.
Tugas berikutnya adalah anda meng-copy-kan file register yang terdapat dalam CD
atau yang ada di email anda (jika register dikirim lewat email) nama register :
billserver2.reg

biasanya berupa file *.zip dengan nama reg2_namawarnet.zip
unzip kemudian copykan ke folder .vartmp dengan perintah
cp -vf billserver.reg /.vartmp/billserver2.reg

Selanjutnya pada server IndoBilling masuk Menu Help ==> About, maka akan
muncul Box sn terdapat tulisan Unregistered.
Klik dua kali file ‘Reg2_xxx.txt pada directory CD IndoBilling maka akan muncul nomor
register IndoBilling, gunakan yang New Serial Number karena IndoBilling versi 5.5xx
keatas. Isikan serial number yang dikirim melalui email atau yang ada dalam CD
IndoBilling pada box sn. kemudian klik OK

Exit dari billing dan panggil lagi maka akan muncul kurang lebih sbb :
Tampilan server Indobilling berubah. Tulisan banner menjadi “Registered for xx Clients”
Dan pada sisi kanan atas terdapat nama warnet / perusahaan yang telah diregister.

Anda bisa mulai mengeset dengan melakukan login di File à Login to Indobilling
Isikan User Admin password admin (jika belum anda rubah)
dan segera rubah passwordnya di menu File à Change password
Untuk setting tarip, member dll bisa anda baca di CD manual atau anda bisa lihat online
manual di www.indobilling.com
Untuk Client kita bisa jalankan dari posisi direktory mana saja, tapi tetap kalau bisa user
selain root ketikkan:

billclient & [enter]

Jika berhasil akan keluar kotak dan layar akan tertutup, kemudian billing akan meminta
masukan User dan Passwor serta Set IP, pilih set IP dan isikan nomor IP Server.
Kemudian tekan tombol

Jika berhasil maka akan muncul paket misal internet, dan kita bisa menekan tombol
untuk memulai proses perhitungan billing.

Jika ingin keluar dari billing, kita harus dalam posisi Start (Standby) kemudian tekan
tombol dari keyboard
Alt + Q pada posisi User ID, dan Isikan
User ID : indobilling
Password : curangdosa
(jika billing client belum konek dengan server)

User ID : admin
Password : admin
(jika billing client sudah terkoneksi dengan server dan password admin belum dirubah)



Setting Billing Agar bisa shutdown dan restart dari server
===============================================================
tambahkan satu baris debgan mengetikkan perintah :

visudo

%users ALL=(ALL) NOPASSWD: /sbin/poweroff, /sbin/reboot, /sbin/shutdown


Kemudian simpan.



Setting Billing supaya AutoStart
===================================

ketikkan perintah berikut di konsole atau xterminal

ln -sf /usr/bin/billclient /home/nama_user_anda/.kde/Autostart/

Kemudian simpan, caranya :
Tekan Esc + Shift : + x [ENTER]





Merubah Gambar Background di Billing Client
=============================================

Cara Manual :
Format gambar JPG dengan mengedit file ini di
/.var/mp/ contoh cik user login adalah sumintar maka
/.vartmp/sumintar/billclient.ini

Edit dan ganti nama file tersebut.
Cara Otomatis :
Di server Tab Setting Pilih Gambar yang sesuai (ukuran file jangan melebihi 500KB)
Kemudian jika sudah selesai tinggal tekan Send, jika berhasil background client akan
berubah

Terminal/Pindah DE dr GNOME ke KDE

Terminal

Bekerja dengan baris perintah tidaklah tugas yang menakutkan seperti yang Anda pikir sebelumnya. Tidak dibutuhkan pengetahuan khusus untuk mengetahui bagaimana menggunakan baris perintah, ini adalah program seperti yang lainnya. Semua tugas di Linux dapat diselesaikan menggunakan baris perintah, walaupun telah ada alat berbasis grafik untuk semua program, tetapi kadang-kadang itu semua tidak cukup. Disinilah baris perintah akan membantu Anda.

Terminal sering disebut command prompt atau shell. Di masa lalu, hal ini adalah cara pengguna untuk berinteraksi dengan komputer, dan para pengguna Linux berpendapat bahwa penggunaan perintah melalui shell akan lebih cepat dibanding melalui aplikasi berbasis grafik dan hal ini masih berlaku sampai sekarang. Disini Anda akan mempelajari bagaimana menggunakan terminal.

Kegunaan awal dari terminal adalah sebagai peramban (browse) berkas dan kenyataannya saat ini masih digunakan sebagai peramban berkas, di saat lingkungan berbasis grafik tidak tersedia. Anda dapat menggunakan terminal sebagai peramban berkas untuk melihat berkas dan membatalkan perubahan yang telah dibuat.
Menjalankan Terminal

Untuk menjalankan Terminal pilih Applications->Accessories->Terminal .
Perintah Umum

Menilik Direktori - ls

Perintah ls (LiSt) melihat daftar berkas dalam suatu direktori.
Membuat Direktori - mkdir (nama direktori)

Perintah mkdir perintah (MaKeDIRectory) untuk membuat direktori.
Mengubah Direktori - cd (/direktori/lokasi)

Perintah cd perintah (ChangeDirectory) akan mengubah dari direktori Anda saat ini ke direktori yang Anda tentukan.
Menyalin Berkas/Direktori - cp (nama berkas atau direktori) (ke direktori atau nama berkas)

Perintah cp perintah (CoPy) akan menyalin setiap berkas yang Anda tentukan. Perintah cp -r akan menyalin setiap direktori yang Anda tentukan.
Menghapus Berkas/Direktori - rm (nama berkas atau direktori)

Perintah rm perintah (ReMove) akan menghapus setiap berkas yang Anda tentukan. Perintah rm -rf akan menghapus setiap direktori yang Anda tentukan.
Ganti Name Berkas/Direktori - mv (nama berkas atau direktori)

Perintah mv perintah (MoVe) akan mengganti nama/memindahkan setiap berkas atau direktori yang Anda tentukan.
Mencari Berkas/Direktori - mv (nama berkas atau direktori)

Perintah locate akan setiap nama berkas yang Anda tentukan yang ada di dalam komputer. Perintah ini menggunakan indeks dari berkas dalam sistem Anda untuk bekerja dengan cepat: untuk memutakhirkan indeks ini jalankan perintah updatedb. Perintah ini berjalan otomatis setiap hari, apabila komputer Anda nyala terus setiap hari. Dan perintah ini harus dijalankan dengan hak akses administratif (lihat Bab 2, Pekerjaan Administratif).

Anda juga dapat menggunakan wildcard untuk mencocokkan satu atau lebih berkas, seperti "*" (untuk semua berkas) atau "?" (untuk mencocokkan satu karakter).

Untuk pengenalan lebih lanjut mengenai baris perintah Linux, silakan baca pengenalan baris perintah di wiki Ubuntu.
Pindah ke mode Konsol

Metode umum untuk mengakses baris perintah di Ubuntu adalah dengan menjalankan terminal (lihat “Menjalankan Terminal” di atas)

1.

Gunaka shortcut Ctrl-Alt-F1 untuk pindah ke konsol satu.
2.

Untuk kembali ke mode Desktop, gunakan shortcut Ctrl-Alt-F7.

[Catatan]

Ada tersedia enam buah konsol. Setiap konsol dapat diakses dengan shortcut Ctrl-Alt-F1 ke Ctrl-Alt-F6.
Menonaktifkan suara tit di mode Terminal

1.

Jalankan sesi Terminal, pilih: Applications->Accessories->Terminal dari sistem menu desktop.
2.

Edit->Current Profile... . Pilih tab General. Uncheck checkboxTerminal bell.

Minggu, 06 Desember 2009

Reset Manual “Ink Absorber Full” untuk Pixma MP 145 (pesan Error E 2 7)

Sebenarnya, cara kerjanya sedikit mirip dengan MP 150 atau 160. i ve already try it and it works! ^^

- Entering Service Mode
1. Matikan printer
2. tekan tombol stop/reset, jangan dilepas
3. tekan lagi tombol power, sampai led power menyala.
4. lepas tombol stop/reset, tekan lagi tombol stop reset 2 kali..
5. tunggu sampai LED utama (bukan led power) menunjuk angka 0.
>>>> ini BAGIAN YANG PENTING :
6. tekan tombol stop/reset 6 kali,
7. tekan tombol power 1 kali (Roller kertas akan berputar, led power berkedip)
8. Tunggu sampai led berhenti berkedip dan printer stand by.
9. tekan led power untuk mematikan printer..
10. nyalakan lagi…

semoga berguna!..

Rabu, 25 November 2009

Temen

http://www.guntingbatukertas.com

Install DNS Server di Windows XP

DNS Merupakan suatu servis yang melayani permintahan untuk menerjemahkan/konversi Nama Domain menjadi IP adress, dengan adanya DNS ini kita tidak perlu repot – repot untuk menghapalkan IP. DNS diperlukan apabila kita terkoneksi ke internet dan untuk membuat DNS Server biasanya kita harus mengunakan sistem operasi yang berbasis server seperti WINDOWS 2000 atau 2003 Server untuk yang berbasis windows. Sedangkan kalau linux hampir seluruhnya bisa djadikan DNS Server.

Kecepatan pengaksesan untuk mengetahui IP dari suatu domain biasanya tergantung dari lokasi DNS server yang kita set pada bagian network interface di komputer kita, jika seandainya lokasi DNS tersebut diluar network kita maka kemungkinan akan menjadi relatif lama dan sebaliknya jika DNS server berada pada satu network mungkin proses untuk menerjemahkan Domain ke IP akan menjadi lebih cepat karena DSN server yang menanganinya berada pada satu network.

Contoh kecil mungkin anda pernah menggunakan speedy atau ISP yang lain, mungkin pernah mengalami koneksi gagal karena tidak bisa menemukan IP dari suatu Domain (cirinya pada status bar tertulis status Looking Up….. ) itu karena kegagalan DNS Server untuk menjawab permohonan konversi IP dari client nya, hal ini penyebabnya bisa banyakhal seperti Server sibuk, jaringan padat atau mungkin server tidak stabil.

Permasalahannya adalah bagai mana kalo kita ingin membuat server DNS sendiri tetapi kita tidak punya Sistem operasi untuk Server. DNS Server pada dasarnya bisa juga di install di Sistem operasi windows XP. Pada kesempatan ini saya akan membahas bagaimana membuat DNS Server di Windows XP, Berikut langkah – langkahnya.

1. Download software DNS(yang saya gunakan adalah BIND 9.5) di http://mirrors.24-7-solutions.net/pub/isc/bind.99/9.5.0/BIND9.5.0.zip Atau anda bida mencarinya di http://www.bind9.net/download Exstrak hasil download-nya

2. panggil BINDInstall di lokasi tempat anda mengextrak tadi, Tampilannya akan terlihat seperti dibawah ini
Tampilan Bind Instalal

Gambar 1. Tampilan Bind Instalal

Pada target Direktory usahakan jangan simpan pada Polder Default (C:\Windows\System32) karena terkait dengan security local windows kecuali anda sudah paham, pada contoh ini saya menngunakan lokasi c:\named, pada Option Pastikan CEKList Automatic Start up dan Keep Config File after Uninstall. Tunggu sampai muncul “BIND Installation completed successfully” dan tekan OK.

3. Langkah Selanjutnya adalah mengkonfigurasi Bind yaitu membuat file named.conf dan dan zona localhost.

i) Buat File named.conf, berikut isi dari named.conf

options {
directory “C:\named\etc”;
allow-transfer { none; };
recursion yes;
allow-recursion {192.168.0.0/24;};
};

zone “.” IN {
type hint;
file “db.root.hint.txt”;
};

zone “localhost” IN {
type master;
file “master.localhost”;
allow-update { none; };
};

zone “0.0.127.in-addr.arpa” IN {
type master;
file “localhost.rev”;
allow-update { none; };
};

ii) Buat file master.localhost, berikut isi dari file master.localhost

;
; loopback/localhost zone file
;
$TTL 1D
$ORIGIN localhost.
@ IN SOA @ root (
1 ; Serial
8H ; Refresh
15M ; Retry
1W ; Expire
1D) ; Minimum TTL
IN NS @
IN A 127.0.0.1

iii) Buat File localhost.rev, berikut isi dari file localhost.rev

;
; reverse pointers for localhost
;
$TTL 1D
$ORIGIN 0.0.127.in-addr.arpa.
@ IN SOA localhost. root.localhost. (
1 ; serial
8H ; refresh
15M ; retry
1W ; expire
1D ) ; minimum
IN NS localhost.
1 IN PTR localhost.

iv) Buka Command prompt (CMD), Click START -> RUN Ketik CMD dan Tekan Tombol OK

masukan perintah berikut :

c:\named\bin\dig NS . @m.root-servers.net > C:\named\etc\db.root.hint.txt tekan enter

coba anda periksa file C:\named\etc\db.root.hint.txt hasilnya kira kira akan seperti ini :

; <<>> DiG 9.5.0 <<>> NS . @m.root-servers.net
;; global options: printcmd
;; Got answer:
;; ->>HEADER<<- opcode: QUERY, status: NOERROR, id: 1475
;; flags: qr aa rd; QUERY: 1, ANSWER: 13, AUTHORITY: 0, ADDITIONAL: 15
;; WARNING: recursion requested but not available

;; QUESTION SECTION:
;. IN NS

;; ANSWER SECTION:
. 518400 IN NS L.ROOT-SERVERS.NET.
. 518400 IN NS G.ROOT-SERVERS.NET.
. 518400 IN NS E.ROOT-SERVERS.NET.
. 518400 IN NS M.ROOT-SERVERS.NET.
. 518400 IN NS B.ROOT-SERVERS.NET.
. 518400 IN NS K.ROOT-SERVERS.NET.
. 518400 IN NS J.ROOT-SERVERS.NET.
. 518400 IN NS D.ROOT-SERVERS.NET.
. 518400 IN NS H.ROOT-SERVERS.NET.
. 518400 IN NS I.ROOT-SERVERS.NET.
. 518400 IN NS C.ROOT-SERVERS.NET.
. 518400 IN NS A.ROOT-SERVERS.NET.
. 518400 IN NS F.ROOT-SERVERS.NET.

;; ADDITIONAL SECTION:
A.ROOT-SERVERS.NET. 3600000 IN A 198.41.0.4
B.ROOT-SERVERS.NET. 3600000 IN A 192.228.79.201
C.ROOT-SERVERS.NET. 3600000 IN A 192.33.4.12
D.ROOT-SERVERS.NET. 3600000 IN A 128.8.10.90
E.ROOT-SERVERS.NET. 3600000 IN A 192.203.230.10
F.ROOT-SERVERS.NET. 3600000 IN A 192.5.5.241
G.ROOT-SERVERS.NET. 3600000 IN A 192.112.36.4
H.ROOT-SERVERS.NET. 3600000 IN A 128.63.2.53
I.ROOT-SERVERS.NET. 3600000 IN A 192.36.148.17
J.ROOT-SERVERS.NET. 3600000 IN A 192.58.128.30
K.ROOT-SERVERS.NET. 3600000 IN A 193.0.14.129
L.ROOT-SERVERS.NET. 3600000 IN A 199.7.83.42
M.ROOT-SERVERS.NET. 3600000 IN A 202.12.27.33
A.ROOT-SERVERS.NET. 3600000 IN AAAA 2001:503:ba3e::2:30
F.ROOT-SERVERS.NET. 3600000 IN AAAA 2001:500:2f::f

;; Query time: 296 msec
;; SERVER: 202.12.27.33#53(202.12.27.33)
;; WHEN: Tue Sep 30 13:48:04 2008
;; MSG SIZE rcvd: 492

Jika tidak copykan saja semua configurasi di atas ke file C:\named\etc\db.root.hint.txt

4. Setting RNDC-KEY

untuk membuatnya lakukan langkah berikut :

i) Buka command prompt, masuk ke direktory c:\named\bin dan ketik perintah berikut :

rndc-confgen -a tekan [enter]
rndc-confgen > c:\named\etc\rndc.conf tekan [enter]

ii) tutup command prompt dan buka file c:\named\etc\rndc.conf dan file c:\named\etc\named.conf di notepad

pada file rndc.conf COPY-kan atau CUT dimulai dari baris yang tulisannya

# Use with the following in named.conf, adjusting the allow list as needed:

sampai akhir baris

iii) Paste-kan di file named.conf pada akhir baris dan hapus karekter # pada setiap baris perintah kecuali pada baris keterangan

sehingga hasilnya pada file named.conf kira kira akan seperti ini :

options {
directory “C:\named\etc”;
allow-transfer { none; };
recursion yes;
allow-recursion {192.168.0.0/24;};
};

zone “.” IN {

type hint;
file “db.root.hint.txt”;

};

zone “localhost” IN {
type master;
file “master.localhost”;
allow-update { none; };
};

zone “0.0.127.in-addr.arpa” IN {
type master;
file “localhost.rev”;
allow-update { none; };
};

key “rndc-key” {
algorithm hmac-md5;
secret “3Jn+TPvYo0BxcQwYvJwb+w==”;
};

controls {
inet 127.0.0.1 port 953
allow { 127.0.0.1; } keys { “rndc-key”; };
};

5. Menjalankan DNS Server

i) Start -> Progam Files -> Administrative Tools -> Services

ii) Cari “ISC Bind” service, Click Kanan dan pilih start.

iii) Jika Terjadi Kesalahan Coba lihat permasalahan apa, di Administrative Tools -> Event Viewer.

6. Setting DNS Client

Untuk menset di sisi client dilakukan pada bagian network interface seperti gambar dibawah :
Netowork Interface

Gambar 2. Netowork Interface

Pada Bagian Preferred DNS Server masukan IP Komputer dimana anda menginstall DNS Server tadi (BIND)

dan untuk menguji coba panggil Command Prompt Masuk ke C:\named\bin dan panggil perintah dig misal :

dig google.com

jika hasilnya seperti dibawah ini maka DNS Server telah sukses dijalankan.

C:\named\bin>dig google.com
; <<>> DiG 9.5.0 <<>> google.com
;; global options: printcmd
;; Got answer:
;; ->>HEADER<<- opcode: QUERY, status: NOERROR, id: 834
;; flags: qr rd ra; QUERY: 1, ANSWER: 3, AUTHORITY: 4, ADDITIONAL: 0

;; QUESTION SECTION:
;google.com. IN A

;; ANSWER SECTION:
google.com. 300 IN A 209.85.171.99
google.com. 300 IN A 64.233.187.99
google.com. 300 IN A 72.14.207.99

;; AUTHORITY SECTION:
google.com. 345600 IN NS ns2.google.com.
google.com. 345600 IN NS ns4.google.com.
google.com. 345600 IN NS ns1.google.com.
google.com. 345600 IN NS ns3.google.com.

;; Query time: 156 msec
;; SERVER: 192.168.0.2#53(192.168.0.2)
;; WHEN: Tue Sep 30 17:35:59 2008
;; MSG SIZE rcvd: 148

Membuat Router dengan NAT pada Windows XP

Di dalam Windows, ada sebuah tool yang digunakan untuk memanajemen network seperti mensetting IP address, menyiapkan routing, dsb. Tool ini namanya netsh (singkatan dari network shell). Untuk menggunakan netsh ini dalam membuat router, kita akan membutuhkan 2 NIC (Network Interface Card). NIC yang pertama adalah untuk terhubung ke network publik (misal: Internet) dan yang lainnya adalah untuk terhubung ke LAN (Local Area Network). Untuk NIC LAN, bisa dihubungkan ke switch atau ke satu komputer (diperlukan kabel crossover).

Cara berikut adalah untuk membuat Windows XP bekerja sebagai NAT, tetapi tanpa batasan dari ICS (Internet Connection Sharing).

Kebutuhan :

1. Dua buah kartu jaringan (NIC) :
1. NIC1: terhubung ke jaringan internal (LAN). (Network apa saja, tidak terbatas pada 192.168.1.0).
2. NIC2: terhubung ke jaringan Internet (atau jaringan lain yang ingin dihubungkan).
2. Mempunyai hak akses administrasi untuk menghentikan/memulai services.

Langkah-langkah membuat Router dengan NAT pada Windows XP :

1. Nonaktifkan ICS pada kedua NIC.
1. Klik kanan pada NIC > Properties > Advanced. Pastikan Allow other network users to connect through this computer’s Internet connection tidak dicont(r)eng.
2. Menonaktifkan Firewall/ICS Service (boleh lebih dulu dari langkah 1).
1. Buka Control Panel > Administrative Tools > Services > Windows Firewall/Internet Connection Sharing (ICS) > klik 2x dan ubah Startup type menjadi “Disabled” dan klik OK.
3. Mengaktifkan layanan Routing and Remote Access.
1. Jika menggunakan Category View :Buka Control Panel > Performance and Maintenance > Administrative Tools > Services > Routing and Remote Access > klik 2x dan ubah Startup type menjadi “Automatic” dan klik OK.
2. Jika tidak : Control Panel > Administrative Tools > Services > Routing and Remote Access > klik 2x dan ubah Startup type menjadi “Automatic” dan klik OK.
4. Mengaktifkan “IPEnableRouter” pada registry.
1. Buka Start > Run… dan ketik “regedit”, tanpa tanda petik “ ”, Klik OK.
2. Pada window Registry Editor: buka HKEY_LOCAL_MACHINE > SYSTEM > CurrentControlSet > Services > Tcpip > Parameters. Cari “IPEnableRouter”. Klik 2x dan ubah value dari 0 menjadi 1.
3. Restart komputer.
5. Melakukan konfigurasi NIC:
1. Cukup satu saja yang memiliki gateway (Misal: NIC2). Hapus gateway pada NIC yang satunya. (NIC1)
2. (Opsional) Lakukan perubahan nama pada NIC1(Namanya mungkin “Local Area Connection”) menjadi “LAN” dan NIC2(Namanya mungkin “Local Area Connection 2”) menjadi “Internet”. Tujuannya disini untuk memudahkan mengenali tiap NIC.
6. Mengaktifkan dan mengkonfigurasi NAT.
1. Klik tombol Start > Run…
2. Ketik cmd pada Open dan klik OK
3. Ketik netsh routing ip nat uninstall (untuk menjamin services tidak aktif)
4. Instalasi NAT : Ketik netsh routing ip nat install
5. Menambahkan interface publik : Ketik netsh routing ip nat add interface name=”Internet” mode=FULL
6. Menambahkan interface private : Ketik netsh routing ip nat add interface name=”LAN” mode=PRIVATE

Konfigurasi pada PC Client :

PC Client harus dikonfigurasi menggunakan subnet yang sama dengan router. Ubah default gateway dan DNS server menjadi IP address pada router.

Contoh :

Router :

* NIC1 “LAN” :
o IP Address : 28.5.19.81
o Subnet mask : 255.255.255.0
o Default gateway : dikosongkan
o DNS Server : dikosongkan
* NIC2 “Internet” :
o IP Address : 192.168.1.10
o Subnet mask : 255.255.255.0
o Default gateway : 192.168.1.1
o DNS Server : 192.168.1.1

PC Client :

* Client 01 :
o IP Address : 28.5.19.1
o Subnet mask : 255.255.255.0
o Default gateway : 28.5.19.81
o DNS Server : 28.5.19.81
* Client 02 :
o IP Address : 28.5.19.2
o Subnet mask : 255.255.255.0
o Default gateway : 28.5.19.81
o DNS Server : 28.5.19.81
* dst.

Dan sekarang LAN anda bisa terhubung ke internet menggunakan NAT. Selamat mencoba!

Selasa, 24 November 2009

Install DNS Server di Lokal PC - Windows XP

DNS adalah servis yang melayani permintaan untuk konversi nama domain jadi ip address, dengan adanya DNS ini kita gak repot ngapalin ip address yg berupa angka-angka untuk mengakses suatu situs. sehingga kita cukup memasukan alamat berupa kata-kata yg mudah diingat di browser. DNS diperlukan jika kita terkoneksi ke internet. Untuk membuat DNS Server biasanya kita harus mengunakan OS server seperti windows 2003 Server untuk yang berbasis windows, dan kebanyakan dari distro linux.

Intinya DNS server bertanggung jawab atas kecepatan pengaksesan suatu domain untuk mengetahui IP dari domain tsb. Jika DNS server berada diluar jaringan maka untuk mengaksesnya akan lebih lambat daripada berada pada jaringan lokal atau sistem kita sendiri.

Misal yg pake speedy atau ISP yang lain, mungkin pernah koneksinya gagal karena gak bisa menemukan IP dari suatu Domain, atau browsing sangat lambat itu karena kegagalan DNS Server untuk menjawab permohonan konversi IP dari client. Penyebabnya adalah Server sibuk, jaringan padat atau mungkin server tidak stabil.

Disini akan dibahas cara untuk membuat DNS sendiri di Windows XP, sebagai DNS alternatif (bahkan preffered DNS) bila sewaktu-waktu DNS server ISP kita sedang sibuk, sehingga tidak mempengaruhi kecepatan browsing. Dan kita juga tidak perlu mengandalkan Open DNS yg biasanya lebih lambat.

Kombinasi antara BIND (DNS Server) dan Squid (proxy server) pada local system adalah ide yg sangat bagus.. ditambahkan traffic shapping bila perlu

1. Download BIND v9.5.0
2. Extract
3. Buka BINDInstall.exe, lihat screen dibawah :



4. Kamu bisa merubah-ubah target directory sesuai yg diinginkan, tapi sebaiknya jika belum terlalu paham konfigurasinyabisa diinstal di default foldernya.

5. Masuk ke C:\WINDOWS\system32\dns\etc\ (Asumsi windows ada di C:)

6. Buat file named.conf, edit dengan notepad :

acl "trusted" {
localhost;
192.168.0.0/16;
};
acl "bogusips" {
0.0.0.0/8;
1.0.0.0/8;
2.0.0.0/8;
192.0.2.0/24;
224.0.0.0/3;
169.254.0.0/16;
};
options {
allow-transfer { none; };
allow-query { trusted; };
allow-recursion { trusted; };
blackhole { bogusips; };
directory "c:\windows\system32\dns\etc";
listen-on { 127.0.0.1; }; #listen only on localhost
forwarders { 202.x.x.x; 202.x.x.x; }; #masukin dns provider masing2
forward first;
recursion yes;
};
logging {
channel queries_log {
file "c:\windows\system32\dns\etc\queries.log";
print-severity yes;
print-time yes;
};
category queries { queries_log ; };
};
zone "." {
type hint;
file "named.root";
};
zone "localhost." IN {
type master;
file "localhost.zone";
allow-update { none; };
};
zone "0.0.127.in-addr.arpa." IN {
type master;
file "localhost.rev";
allow-update { none; };
};
include "c:\windows\system32\dns\etc\rndc.key";

7. Buka console, pindah ke direktori c:\windows\system32\dns\bin
setelah itu ketik perintah dig.exe @a.root-servers.net . ns > named.root

perintah di atas akan menghasilkan file named.root yg berisi record2 root zone

ketik ..\bin\rndc-confgen.exe -a

perintah di atas akan menghasilkan file rndc.key


8. buat file dengan nama localhost.zone di \system32\dns\etc\ isikan :

$TTL 86400
@ IN SOA @ root (
42 ; serial
3H ; refresh
15M ; retry
1W ; expiry
1D ) ; minimum
IN NS @
IN A 127.0.0.1

9. buat juga file dengan nama localhost.rev di \system32\dns\etc\ isikan :

$TTL 86400
@ IN SOA localhost. root.localhost. (
1997022700 ; Serial
28800 ; Refresh
14400 ; Retry
3600000 ; Expire
86400 ) ; Minimum
IN NS localhost.
1 IN PTR localhost.

10. Untuk ngecek konfignya udah bener ato belum, buka console, pindah ke direktori c:\windows\system32\dns\bin, lalu ketik :

named-checkconf.exe

kalo gak keluar apa-apa berarti kitanggap konfigurasi BIND udah bener.

11. Jalanin service bind-nya :

start-> run->ketik services.msc->enter, cari service yg bernama ISC BIND, select, klik kanan, start.

12. Setting DNS di TCP/IP jadi 127.0.0.1 atau 192.168.1.2

13. Kalo udah bisa kita cek dengan console, (masih di directory c:\windows\system32\dns\bin), ketik :

Microsoft Windows XP [Version 5.1.2600]
(C) Copyright 1985-2001 Microsoft Corp.

F:\WINDOWS\system32\dns\bin>dig.exe @127.0.0.1 www.indowebster.web.id ns

; <<>> DiG 9.5.0 <<>> @127.0.0.1 www.indowebster.web.id ns
; (1 server found)
;; global options: printcmd
;; Got answer:
;; ->>HEADER<<- opcode: QUERY, status: NOERROR, id: 1949
;; flags: qr rd ra; QUERY: 1, ANSWER: 0, AUTHORITY: 1, ADDITIONAL: 0

;; QUESTION SECTION:
;www.indowebster.web.id. IN NS

;; AUTHORITY SECTION:
indowebster.web.id. 360 IN SOA ns1.afraid.org. dnsadmin.afraid.
org. 902210001 86400 7200 3600000 3600

;; Query time: 1093 msec
;; SERVER: 127.0.0.1#53(127.0.0.1)
;; WHEN: Mon Mar 09 02:14:25 2009
;; MSG SIZE rcvd: 99

kita ulangi lagi command tadi :


F:\WINDOWS\system32\dns\bin>dig.exe @127.0.0.1 www.indowebster.web.id ns

; <<>> DiG 9.5.0 <<>> @127.0.0.1 www.indowebster.web.id ns
; (1 server found)
;; global options: printcmd
;; Got answer:
;; ->>HEADER<<- opcode: QUERY, status: NOERROR, id: 309
;; flags: qr rd ra; QUERY: 1, ANSWER: 0, AUTHORITY: 1, ADDITIONAL: 0

;; QUESTION SECTION:
;www.indowebster.web.id. IN NS

;; AUTHORITY SECTION:
indowebster.web.id. 330 IN SOA ns1.afraid.org. dnsadmin.afraid.
org. 902210001 86400 7200 3600000 3600

;; Query time: 5 msec
;; SERVER: 127.0.0.1#53(127.0.0.1)
;; WHEN: Mon Mar 09 02:14:55 2009
;; MSG SIZE rcvd: 99


F:\WINDOWS\system32\dns\bin>

kali ini hasil querynya 5 msec, jauh lebih cepat dari yg pertama artinya resolver kita sudah berhasil meng-cache hasil query dns.

Untuk yg pake squid, tinggal ganti dns-nya di tag berikut :

TAG dns_nameservers

dns_nameservers 127.0.0.1 # edit jadi kek gini.